Dua tahun lalu di depan kantin sekolah ku aku bertemu dengan seorang laki-laki yang ntah kenapa saat pertama kali melihat nya aku pun terus menyukai nya ,senyumnya,tingkahnya membuat nya mempunyai daya tarik tersendiri bagi ku,dia baik dan ramah,Rahardian namanya.Rahardian adalah kakak kelas ku.waktu itu bel jam istirahat berbunyi aku dan ketiga teman ku melisa,ariska dan dewi bergegas untuk membeli cemilan dan membawa nya ke dalam kelas untuk di makan bersama beberapa teman yang lainnya,selesai membeli makanan yang ingin kami makan ,kami pun berniat balik lagi ke kelas,namun niat ku pun terhenti saat aku melihat rahardian duduk di kantin itu,saat itu juga aku mengajak ketiga teman ku duduk dan makan di kantin itu saja.
"Kita makan di sini aja ya ... gk usah di bawa ke kelas..." kata ku
"loh,kenapa ?"tanya melisa
"gpp,kaki
aku sakit turun naik tangga ..."kata ku dan langsung ku ajak mereka
duduk.mereka bertiga pun ikut duduk bersama ku dan memakanan makanan
yang kami beli tadi.namun tidak dengan ku,mata ku terus menatap ke arah
Rahardian yang duduk di depan tempat dudu kami.rahardian duduk bersama
kelima teman laki-laki nya dan bercerita dengan tertawa-tawa sehingga
membuat ramai kantin ini.akupun terus menatap nya,"he ! liat yang mana
riz?"tanya ariska pada ku
"maksudnya ? " kata ku
" dari tadi kan liat-liat mereka terus kamu kan ? " kata ariska.seketika aku pun tersenyum dan tertawa mendengar ucapan ariska.
"iya ni..yang mana sih ..."sambung dewi
"gk
ada .. "kata ku,aku pun mulai mengalihkan pembicaraan dengan mereka dan
mengalihkan pandangan ku dari rahardian dan teman-temannya.selang
beberapa menit bel selesai jam istirahat pun berbunyi.aku dan
teman-teman ku mulai memasuki kelas lagi.selesai belajar bel jam pulang
berbunyi lagi,seperti biasa aku,melisa,ariskan dan dewi selalu pulang
bersama meski rumah kami berbeda dan hanya aku dan dewi saja yang
berdekatan rumah ,sebelum pulang aku dan ketiga teman ku tidak lupa
untuk duduk berlama-lama dulu di tempat penjual es di depan
sekolah,sambil menunggu jeputan masing-masing dan hanya aku dan dewi lah
yang sellu pulang naik angkot.saat itu aku melihat rahardian bersama
seorang teman nya juga duduk di tempat itu.
"numpang duduk ya
...." kata nya pada kami,satu dari kami tidak ada yang
menjawab.rahardian pun tersenyum,badan ku terasa kaku,jantungku pun
berdetak kencang saat rahardian duduk di sampingku.
seketika aku terdiam dan sosok yang lebai dan berisik dari diri ku tiba-tiba hilang dan menjadi pendiam.
"kenapa riz?"tanya dewi ,aku menggelengkan kepala ku.
"eh,aku
udah di jeput tu..aku pulang duluan ya ..."kata ariska.tak berapa lama
setelah ariska di jeput,tomi pacar melisa mulai menjemputnya .melisa pun
segera pulang.
"kalian gk pulang?" tanya melisa
"bentar lagi mel,masih pengen di sini..."kata ku
"yaudah aku duluan ya .. tomi mau ke kampus lagi soalnya .."kata melisa.
"iya,gpp
duluan aja.."kata dewi.melisa pun pulang meninggl kan kami.sedangkan
rahardian dan temannya masih duduk dan bercerita-cerita di sini . selang
beberapa menit ayah ku pun menelfon ku dan meminta ku untuk segera
pulang.aku dan dewi pun segera bergegas dari tempat duduk,
"mau pulang ya ?"tanya teman rahardian pada kami
"iya
.."sahut dewi dan tersenyum.kami pun meninggalkan tempat itu dan
berjalan menuju pasar untuk menunggu angkot ke arah rumah kami.saat kami
berjalan tiba-tiba teman rahardian datang menghampiri kami
"tunggu-tunggu..."panggilnya.kami
pun mengehentikan langkah.dalam hati ku berharap kalau rahardian lah
yang menyuruh temannya untuk datang dan meminta ku memberitahu nama
ku,tp apa yang ku fikirkan ternyata salah besar,ternyata teman nya ingin
berkenalan dewi .
"maaf,aku cuma mau tanya nama kamu.."kata teman
rahardian pada dewi.dengan cepat dewi menjulurkan
tanggannya."Dewi..."kata dewi dan tersenyum.
"ponco..."sahut
ponco,tanpa basa-basi ponco langsung meminta nomor handfone dewi dan
dewi pun memberikannya.selesai dari itu angkot yang kami tunggu pun
datang dan kami segera pulang kerumah masing-masing.
*****
Keesokan harinya aku terlambat datang ke sekolah hingga saat jam
pelajaran di mulai aku tidak dapat mengikutinya,sesuai peraturan sekolah
bila ada seorang siswa/siswi yang terlambat maka akan di beri hukuman
menyapu halaman sekolah sampai bel jam istirahat berbunyi.aku pun segera
menyapu halaman yang gak tanggung-tanggung lebarnya.
selama
pengawasan aku bersama 3 orang siswi lain yang tidak sekelas ku terus
menyapu dan saat tidak ada pengawasan lagi dengan cepat ku tinggal kan
mereka dan aku segera berlari kekantin.aku lihat rahardian duduk sendiri
di kantin itu sambil memainkan handfonenya.aku pun masuk ke kantin dan
ku pesan segelas teh manis dingin,ku nikmati minuman itu sendiri.tak
berapa lama
"terlambat ya ? " tanya rahardian yang tiba-tiba menegurku
"iya..."jawab ku.
"aku duduk di situ boleh gk ? " tanya rahardian. aku pun tersenyum dan rahardian mendekati dan duduk di bangku depan ku .
"namanya siapa? " tanya rahardian pada ku
"riza.."jawab ku.rahardian pun mengenal kan diri nya.
"kamu terlambat juga ? "tanya ku
"gk ..."jawabnya dan tersenyum.
"jadi ? "
"aku
udah datang dari tadi pagi,lagi malas belajr aja..."jawabnya dan
tersenyum lagi.kami pun terus saling bertanya dan perasaan ku semakin
aneh dengan nya,rasa suka ku semakin besar untuk nya ,apa lagi saat
melihat setiap senyum yang keluar dari wajah nya,semakin buat aku
deg-degan . hari itu lah awal aku benar-benar mengenal rahardian,dan aku
kira hari itu hari yang sangat buruk,karena terlambat dan di hukum tp
ternyata hari yang sangat menyenangkan bagi ku.
bel sekolah pun
berbunyi menujukan waktu istirahat ,ketiga teman ku menemui ku di
kantin,saat mereka datang rahardian pun bergegas meninggal kan ku.
"cie..cie...itu rupanya yang di lirik-lirik dari kemarin.."ledek melisa pada ku
"hahahaaha... iya .."kata ku
"enak dong di hukum berduaan di kantin .."ledek ariska.aku pun tertawa keras.
"dewi mana ? "tanya ku karena tidak melihat dewi bersama mereka
"tu..."kata melisa menujuk dewi yang sedang berdiri bersama ponco di depan pagar
"kompak ya? teman sama temen ,kita aja yang pacarnya org lain .."kata ariska
"maksudnya ? "tanya ku
" ya iyalah,kamu sama cowok tadi pacaran,si ponco itu kan temannya cowok tadi ..."kata melisa
"namanya
rahardian loh,lagian aku sama dia gk ada apa-apa kok,kenal aja baru
tadi ..."kata ku dan tersenyum lebar.tak berapa lama dewi pun
menghampiri kami.
"pasti lagi nyeritai aku kan? " kata dewi
"ikh,gk penting tau .."jawab melisa
"ngomong apa sih sama ponco,kok kayaknya serius gitu ? " tanya ku
"dia nembak aku ..."
"apa ? baru kenal kok udah di tembak ? " sambung melisa
"aku juga gak tau ..kata nya sih dia sering perhatiin aku... "
"kamu nya mau ? "tanya ku
"mau ..akujuga udah lama sih pengen kenal sama ponco.."
"yaudah jalani aja kalau suka,harus hati -hati yang penting .."kata ariska.
****
"dewi
! " panggil ponco dan menghentikan speda motor nya di depan kami yang
sedang berdiri menunggu angkot." aku mau ngajak kamu jalan sebentar,kamu
mau ? " ajak ponco
"mau sih,cuma aku gk enak sama riza dia sendiri nanti kalau aku sama kamu..."kata dewi
"loh,kok gitu wi ? gpp lah kalau mau jalan sama ponco aku kan bisa pulang sendiri ..." kata ku
"iya wi,gpp kan riz hari ini kamu pulang sendiri ? "tanya ponco
"iya gak apa-apa..."
"tapi riz.."kata dewi
"ya
ampun wi,gpp lah .. jgn gitu..."kata ku .akhirnya dewi pun menerima
ajakn ponco.mereka pun pergi dan tinggal aku sendiri.sudah hampir
setengah jam aku nunggu angkot yang sama sekali belum muncul.
"kok sendiri ? " tanya rahardian yang tiba-tiba berada di samping ku
"eh..kamu ,buat kaget aja.."kataku
"mana temen mu ? "tanya nya lagi
"pulang tadi sama temen mu si ponco..."jawab ku
" jadi kok gk pulang ?"
"nunggu angkot,belum muncul-muncul juga dari tadi ..."
"mau pulang gak ? "
"mau lah,kalau gk buat apa aku nunggu angkot..."
"jadi kok gk pulang ? "tanya rahardian
"ya ampun...kan udah aku bilang angkotnya belum ada..."kata ku mulai kesal
"harus naik angkot ya ?"
"ya iyalah,jadi naik apa ? "
"naik
motor aku terus aku yang ngantari gk mau apa ? "kata rahardian dan
tersenyum.mendengar ucapan nya aku pun sangat senang dan tidak ada niat
sedikit pun untuk menolak,namun tidak cepat ku iakan kan karena rasa
gengsi di hati ku .aku pun hanya diam dan tak menjawab.
"kok diam ?
ayok aku antar.. mau kan ? " paksanya,dan aku pun langsung naik ke
motor nya.dan kami pun segera meningglkan sekolah.
"pacar kamu gk kenapa gk jeput riz? "
"gk punya pacar.."
"kenapa?
kamu kan cakep ..."kata rahardia,aku pun mejawab nya dengan
senyuman,sepanjang jalan kami pun terus bercerita dan saling
bertanya.sesampainya di depan gang rumah ku,aku pun meminta rahardian
menghentikan motor nya.
"sampai sini aja ..."kata ku
"rumah nya mana? kok gk sampai rumah ? kenapa? "tanyanya
"rumah aku di dalam,aku takut di marahi orang tua ku ,akukan masih di larang punya temen cowok .."kata ku
"oh.. yaudah gpp..."
"aku masuk dulu ya,makasi banyak ..."kata ku dan langsung maninggalkan rahardian.
sesampai
nya di dalam rumah aku pun serasa sangat bahagia,aku tidak pernah jatuh
merasakan hal seperti ini selama hidup ku,menyukai seseorang yang saat
di dekat nya tidak ingin cepat aku meninggalkannya.hari itu lah
kahidupan ku berubah,aku semakin merasa hidup saat aku bertemu dengan
rahardian,semangatku untuk sekolah semakin besar,berharap setiap hari
bisa bertemu dan pulang dengan nya dan apa yang ku harap kan semuanya
terwujud.
****
empat bulan sudah aku dan rahardian
berhubungan dekat,aku berharap dia akan menyatakan perasaannya pada
ku.dengan sikap nya yang sangat perhatian dan selalu mementingkan ku
kapan aku membutuhkannya aku pun yakin kalau apa yang kurasakan
rahardian merasakannya juga.tapi,sampai saat ini dia tidak menyatakan
apa yang dia rasakan.rasa gelisa pun menaungi ku,saat ku ingat dua hari
lagi UAN akan datang,semakin tidak tenang ku rasakan,saat rahardian
lulus dan tidak ada kejelasan tentang hubungan ini ,ntah bagaimana aku
nanti kalau harus berada di sekolah tanpa bersama rahardian yang sudah
menjadi kebiaasaan ku dan semangat ku.
siang itu rahardian tetap
masih mengantarkan ku pulang,ingin rasanya ku katakan apa yang ada di
hati ku padanya,namun aku takut menerima kenyataan kalau apa yang ku
fikirkan berbalik dari perkiraanku.akhirnya sampai di depan gg rumah ku
aku pun tidak membicarakannya,aku pasrah dengan semua keadaan yang aku
alami nanti."riz,besok jalan yok ? mau? "kata nya.mendengar ucapan nya
mulai lah
timbul lagi keyakinan kalau rahardian memang mencintai ku dan mungkin
malam ini dia mau bicarakan tentang perasaannya pada ku.
"bukan aku gk mau ,cuma aku takut orang tua ku marah...kalau ibu sih
mungkin ngerti aku,cuma ayah ku ini loh.. susah,tp gini deh ntar aku
usahai ya,"
"ok,kabari ya kalau bisa,aku sih berharap .. " kata nya
****
pagi tlah datang ,saat aku terbangun aku melihat jarum jam dinding ku
menunjukan jam 12.00 siang , maklum hari ini hari minggu jadi memang
kebiasaan ku bangun siang-siang.aku pun segera keluar kamar ku dan ku
lihat ibu ku sedang merapikan bunga-bunga di halaman depan."buk..ayah
mana ?" tanya ku yang tidak melihat sosok ayah duduk di teras rumah.
"tadi pagi-pagi sekali ayah pergi kerumah paman,"jawab ibu ku,mendengar
nya aku pun langsung berlari kedalam kamar dan mengambil handfone ku
memberitahukan pada rahardian bahwa aku bisa menemaninya jalan hari ini.
selang satu jam rahardian pun menjemput ku,ibu ku terlihat sedikit kaget
saat melihat keberanian rahardian meminta izin dengan ibu ku dan
berjanji pada ibu akan mengantarkan ku pulang tepat waktu,akhirnya ibu
ku yang penuh pengertian itu pun mengizinkan kami untuk pergi.
di perjalanan rahardian cukup laju membawa motor nya,hingga aku hampir saja terjatuh ,namun rahardian menarik tangan ku.
"pegangan ya ..." kata nya.aku pun memegang pinggang nya sambil menatap ke arah depan.
"kita mau kemana ? " tanya ku.rahardian tidak menjawab nya.tak berapa
lama rahardian mengehentikan motor nya di parkiran tempat wisata yang
sangat sejuk udaranya dan bagus pemandangannya.
rahardian pun mengajak ku duduk di sebuah pondok yang sangat tenang sambil menikmati segelas teh hangat.
" pernah kesini ?" tanya nya
"gk " jawabku
" yok jalan.. keliling tempat ini ..." ajak nya,aku pun mengikutinya dan berjalan di samping nya.
" bentar Lagi aku UAN,doakan berhasil ya ..."kata nya
"
iya ..." jawabku,dalam hati masih berharap rahardian menyatakan
perasaannya hari ini.hampir satu jam kami bersama,namun rahardian belum
menyinggung tentang perasaannya pada ku.
dia masih terus bercerita
dan tertawa tanpa memikirkan apa yang kurasakan saat ini pada nya,"ya
tuhan sdarkan lah dia kalau aku sangat menyayangi nya.. " gumam ku dalam
hati.
saat rahardian melihat jam di tangannya,tiba-tiba dia
mengajak ku pulang,tidak ada yang bisa kukatakan selain mengikuti
ajaknnya untuk pulang.sepanjang jalan rasa kesal terus ku
rasakan,kekecewaan ku pun mulai menjadi-jadi saat aku lihat sms di
hanfonenya,kata-kata di pesan itu sangat lah memperhatikannya nya,dan
sepertinya rahardian sangat senang membacanya.di dalam fikiran ku
rahardian sudah mempunyai pacar,dan seketika itu harapan ku seperti
hilang rasa benci ku muncul untuk nya.
sesampainya di rumah,setelah dia pamit pulang dengan ibu ku rahardian memberikan ku sebuah buku novel.
"riz,kamu
suka baca kan ? ini aku belikan buku buat kamu,baca ya .. "kata nya dan
langsung meninggalkan ku.saat di dalam kamar aku,aku pun meletak kan
begitu saja buku pemberiannya tanpa ku baca, ku letakan di atas meja
belajar ku,air mata ku menetes dan tidak dapat ku tahan lagi rasa kecewa
ku pada nya. akhirnya hari itu juga ku putus kan untuk tidak
mengingatnya lagi.
*****
tiga hari tlah berlalu,selama
UAN terlaksana kelas ku pun di liburkan .dari situ lah aku tidak pernah
melihat rahardian lagi,telfon dan sms nya pun sama sekali tidak ku
hiraukan lagi, dan pada saat rahardian datang ke rumah ku aku pun tidak
menemui nya.meski aku juga merasa sakit dengan apa yang ku lakukan,namun
setelah ku fikir itu semua untuk kebaikan ku juga agar tidak menyakiti
ku lebih dari ini.
malam itu dewi dan ponco datang menemui ku,dan
menanyakan kabar ku.aku pun menceritakan apa yang ku rasakan terhadap
rahardian kepada mereka berdua.dan aku pun hampir tidak percaya apa
yang di katakan ponco bahwa rahardian adalah sepupu nya dan sering
bercerita bahwa dia menyayangi ku,
"kalau memang iya kenapa dia gk bilang terus terang sama ku, ? "kata ku
"itu yang aku gk tau,.."
"kemarin dia cuma ngasih aku buku yang gak penting..."
"buku ? buku apa ?"
"novel,yang ntah apa isi nya aku gk tau,males juga baca nya,masih sakit ati.."jawab ku
"loh..yank kamu sms siapa sih kok mesra banget ?" tanya dewi yang sedang memeriksa handfone ponco
"itu
kan rahardian ,kemarin waktu mereka jalan aku sengaja ketik kayak gitu
..."kata ponco,aku pun langsung mengambil hp ponco dan membaca sms
nya."ya tuhan,ternyata ini sms ponco,aku kira pacarnya.."kata ku ,ponco
pun tertawa terbahak-bahak mendengar semua kesalahfahaman ku.
tak
berapa lama mereka pun pulang dari rumah ku aku segera masuk kedalam
kamar ku dan mengambil buku yang di berikan rahardian,saat ku buka
betapa kaget nya aku saat ku lihat di dalam buku berwarna
merah,bersampul gambar bunga mawar dan sebanyak 100 lembar hanya ada
tulisan
" aku sayang kamu riza .." dan sebuah surat.
"riza,apa
yang ku lakukan ini semata hanya untuk membuktikan rasa sayang ku sama
kamu selain sikap ku selama ini,dan kenapa aku menyatakan rasa sayang ku
tidak dengan ucapan? itu karena aku punya cara tersendiri untuk
menyayangi kamu,dan kamu akan selalu ingat kalau aku selalu sayang
kamu,selasai sekolah ini aku di minta papa ku untuk nerusi studi di luar
kota,makanya buku ini aku buat dengan tangan ku sendiri agar kamu tidak
lupa kalau aku sayang sama kamu,bagi ku dengan ucapan sedetik mungkin
hilang kata sayang itu,tapi jika dengan tulisan ini semua akan tetap
kita ingat sampai kita bertemu nanti dan tinggal bersama di satu atap
dengan rasa cinta dan sayang yang masih tetap sama seperti hari-hari
kemarin.. aku menyanyangi mu riza..selamanya..dan cinta ini milik
kita,riza..besok selesai bel sekolah aku tunggu kamu,sebelum aku pergi
aku ingin menikmati waktu yang ada bersama kamu,"
selesai
membaca surat itu aku pun tidak bisa membendung rasa sedih ku,seharusnya
dari kemarin aku menemuinya namun karena keegoan ku semua nya sia-sia.
****
Tanpa terasa selesai lah UAN terlaksana.kami pun mulai masuk sekolah
seperti biasa lagi,saat ku injakan kaki ku ke sekolah itu aku pun
teringat kembali dengan sosok rahardian ,namun dengan cepat aku berusaha
untuk tidak mengingatnya.aku sudah yakin dan siap menjalani hari-hari
ku tanpa nya.semua ini harus ku tanggung karena kebodohan ku sendiri.
sepulang
sekolah aku pun tidak bersama teman-teman ku aku keluar kelas saat
siswa dan siswi tidak ada lagi di sekolah.saat aku berjalan keluar
pagar,sperti biasa aku pun berdiri di depan sekolah menunggu angkot
datang,hampir satu jam aku berdiri di depan pasar itu dan sudah cukup
banyak angkot menuju rumah ku lewat begitu saja dan tidak ku
hiraukan,dalam hati aku berharap rahardian datang menjemput ku,namun
bagi ku itu semua tidak lah mungkin karna mungkin dia sudah membenci ku
karena sikap ku kemarin. dengan berat hati aku pun terus memaksa diri ku
untuk tidak memikirkannya,tak berapa lama
"kok gk pulang ? "
kata seorang laki-laki yang tiba-tiba berada di belakang ku,saat aku
menoleh aku lihat itu rahardian dan tersenyum pada ku.
" nunggu angkot..." jawb ku
" bohong banget.. " kata nya,aku pun diam dan tak menjawab ucapannya.
"
kamu tau dari tadi aku berdiri di ujung sana liati kamu,banyak angkot
lewat kok gk kamu stop.apa memang mau nunggu aku ? "kata nya.aku pun
tersenyum mendengar ucapannya.rahardian memaksa ku naik ke motor nya
dan mengantarkan ku pulang ,di perjalanan aku pun terus meminta maaf
dengannya dan rahardian pun menghentikan motor nya di sebuah kafe yang
tak jauh dari sekolah ku. rahardian mengajak ku duduk di tempat itu.
" rahardian aku minta maaf atas sikap ku selama ini..." kata ku dan menjelaskan apa yang terjadi kemarin
" udahlah,tidak perlu di bahas lagi.." kata nya dan memegang pipi ku sembari tersenyum
" kamu maafi aku kan ? "kata ku meminta kepastian maaf pada nya
"
riza,kan udah aku bilang..udah lupai aja,dan itu gk penting bagi
aku,yang terpenting sekarang cuma satu,aku sayang kamu... " kata nya dan
menatap mata ku,aku pun langsung memeluknya,rahardian pun membalas
pelukakanku ,saat itu lah pertama kalinya ku rasakan pelukan seseorang
selain ayah dan ibu ku,hangat dan nyaman ku rasakan saat berada dalam
pelukannya.
selesai kami berbicara banyak,rahardian mengantarkan
ku pulang ke rumah,kali ini aku mengajak nya mampir kerumah ku dan
kebetulan ada ayh ku di rumah,jantung ku pun berdetak kencang saat ayah
ku keluar rumah dan melihat rahardian duduk di teras rumah ku. kulihat
rahardian mencium tangan ayah ku dan tak berapa lama ayah ku pun masuk
ke dalam rumah ,ayah ku tidk tersenyum atau marah saat melihat ku hanya
saja wajah nya terlihat dingin dan berlalu pergi ke ruang televisi.
saat aku keluar dari dalam rumah ,ku berikan rahardian segelas es jeruk.kami berdua duduk di teras depan rumah ku.
" jadi kapan kamu pergi ? " tanya ku yg memulai pembicaraan
" minggu depan mungkin .." jawab rahardian
" kenapa harus di luar kota ? "
" aku juga gak tau riz,aku sih sebenarnya gk mau,tapi karena perintah papa,ini juga demi masa depan aku nanti," jawab nya
"
oh.. " kata ku , dalam hati ingin rasanya aku mencegah nya dan melarang
nya untuk pergi jauh dari ku,namun aku juga tidak punya hak apa-apa
untuk nya,meski dia sudah mengatakan kalau dia menyayangi ku,namun dia
tidak meminta ku untuk jadi pacarnya,bagi ku jika seseorang mencintai
seseorang dan tidak meminta nya untuk jadi pacarnnya,itu tidak akan
meresmikan hubungan mereka.
sore pun tiba , rahardian cukup lama duduk di rumah ku dan kini dia pamit untuk pulang ke rumah nya,
******
"
tit..tit...tit..tit..." suara jarum jam dinding ku membangunkan ku dari
tidur lelap ku semalam,ku lihat wktu menujukan pukul 07.00 pagi,aku pun
bergegas untuk bersiap-siap ke sekolah dan saat mau memakai
sepatu,handfone ku berdering menandakan ada sms masuk,saat ku lihat
ternyata dari rahardian,aku pun tersenyum melihat nya,aku segera membaca
sms itu
>> riza,tadi pagi aku dan keluarga mendapat
kabar,kalau nenek yang di jakarta meninggal,jadi kami dan keluarga harus
pergi kesana,dan yang aku sesalkan,papa nyuruh aku langsung tinggal di
sini,jadi gk dua kali balik lagi,sebenarnya berat rasa nya aku pergi
tanpa kamu,beritahu kamu dengan cara kayak gini,aku juga belum siap
untuk gk liat senyum manis kamu setiap hari nya,untuk jauh dari
kamu,tapi aku juga gak bisa nentang kemauan org tua ku,aku harap kamu
mengerti dan aku janji ini semua ku lakukan demi kamu dan aku di kedepan
hari nanti,aku akan pulang,terus kasih kabar sama aku ya riza,jangan
pernah lupai aku <<
hati ku terasa sakit saat selesai ku
baca pesan dari rahardian,,tp aku mencoba untuk menerima dan hanya satu
yang ku fikirkan dia akan pulang menemui ku.dan mulai hari itu aku
benar-benar menjalani hari ku tanpa nya.
enam bulan aku dan
rahardian berkomunikasih memalui udara,setiap hari dia selalu
memeberikan perhatian nya pada ku,meski hanya lewat sms itu sudah cukup
bagi ku ,tidak hanya itu saja,rahardian juga sering mengirimkan ku
benda-benda unik untuk ku pajangkan di kamar ku,dia sangat baik pada
ku,dan aku tidak pernah menghianatinya selama dia jauh,dan hingga pada
suatu hari,ntah kenapa handfonenya tidak aktif saat aku ingin
menelfonenya,semua sms yang ku kirim kan untuk nya tidak pernah di
balas,dan seminggu telah berlalu,tidak ada satu kabar pun darinya,rasa
resah selalu ku rasakan,perasaan takut juga ku rasakan,aku takut terjadi
apa-apa dengannya,aku takut dia menghianati ku,aku benar-benar takut
hal yang tak ku inginkan terjadi dan ingin rasanya aku tanyakan apa
yang terjadi dengannya namun aku tidak tahu harus kepada siapa ku
bertanya,.aku pun bersabar menunggu kabar dari nya,dan aku terus mencoba
untuk menghubungi,
*****
Waktu terus berputar,tahun tlah
berganti tahun ,dua tahun sudah ku jalani hari ku sendiri,tanpa pacar
dan masih ku harapkan kabar dari rahardian,aku tidak tahu apa dia masih
mengingat ku atau tidak,masih menyayangi ku atau tidak,aku tidak
tahu,aku hanya berharap dia akan pulang menemui ku di sini.
Setelah lulus sekolah aku pun kini bekerja di sebuah perusahaan swasta
milik paman ku,selama bekerja di situ aku mempunyai teman baik bernama
lisa,lisa cukup dewasa dan baik pada ku aku pun tidak segan-segan
menceritakan kekesalan dan kesenangan ku padanya,aku menceritakan
tentang rahardian pada nya,lisa juga berkata pada ku untuk tidak terlalu
berharap dengan hal yang tidak pasti dan hanya menyakiti ku
nantinya.ucapan lisa membuat ku lebih berfikir untuk tidak lagi
memikirkan rahardian dan mencoba membuka hati ku untuk orang lain yang
sunggung nyata untuk ku.
sore itu sepulang dari kantor,aku dan
lisa memutuskan untuk menikmati segelas kopi di kedai kopi yang tak jauh
dari kantor kami berada,di tempat itu aku dan lisa duduk sambil
bercerita dan tak berapa lama,datang seorang laki-laki menghampiri kami .
" maaf lama ya ? " sapa laki-laki itu pada lisa
" oh,gak kok zi,kamu dari mana aja ? " tanya lisa
" ngantar mama tadi.." jawab nya
" oia,kenali ni temen aku .." kata lisa menunjuk ku,
" riza.." kata ku
"
fauzi .." sahutnya . fauzi adalah sahabat baik lisa,fauzi laki-laki
yang manis,meski tidak semanis rahardian,sore itu lisa meninggalkan ku
duduk berdua dengan fauzi di kedai kopi itu.
" mau kemana? " tanya ku yang melihat lisa beranjak dari tempat duduk nya
"
ke kantor bentar,ada yang ketinggalan,kamu ngobrol-ngobrol aja dulu
sama fauzi ya,nanti aku balik lagi..bentar kok gk lama.. " jawab nya dan
langsung meninggalkan kami."
selama lisa meninggalkan kami,aku
dan fauzi pun terus berbicara,saling bertanya dan dia selalu memuji
ku,aku tidak tau ntah kenapa aku seperti tetarik dengan sosok fauzi yang
lucu yang dan bisa menghibur ku,selama dengannya aku terus tertawa di
buat nya,segala keresahan ku pun hilang begitu saja.dia baik,dan sopan
pada ku,suara dan tutur kata nya yang lembut tidak menghilangkan kesan
humoris dari dirinya.
meski aku baru mengenal nya,namun aku dan dia terasa sudah akrab.
*****
Sudah sebulan aku dan fauzi saling mengenal ,hingga malam itu fauzi
mengajak ku untuk menemani nya pergi ke pesta pernikahan lisa,aku pun
tidak menolak nya,malam itu fauzi menjemput ku,fauzi memakai helm yang
sama dengan helm milik rahardian dulu,saat melihat nya jantung ku
berdetak kencang lagi,sejenak ku fikir dia rahardian dan senyum manis
pun terpancar dari wajahnya.namun setelah helm itu lepas,hanya sosok
fauzi yang ku lihat.fauzi pun tersenyum dan menghampiri ku
" udah siap..? yuk berangkat.." ajak fauzi,aku pun tersenyum dan mengkutinya pergi ke pesta pernikahan lisa.
sepulang dari sana,dan sesampainya di depan rumah ku.
" riza.terima kasih ya udah mau nemeni aku ..." kata fauzi
" iya,sama-sama.. " kata ku
"
riza,aku sayang kamu,kamu mau jadi pendamping aku ? " kata fauzi,ucapan
fauzi membuat ku cukup terkejut,apa lagi aku dan dia baru sebulan
saling mengenal.
" maaf riza,mungkin kamu kaget dengar aku bicara
seperti ini,tapi ini perasaan ku lisa,aku nyaman dekat kamu,kamu cewek
yang baik,sederhana,dan dewasa,semua itu yang buat aku sayang sama
kamu..dan....aku juga gak memaksa kamu untuk menerima aku,aku serah kan
semua ke kamu,kamu tanya hati kamu,aku jg gak mau jika hubungan kita di
landasi tidak dengan kasih sayang yang benar-benar ada,aku gk mau semua
nya sia-sia.." ucap fauzi.sejenak aku pun terdiam mendengarnya , ku
tatap mata nya dan ku rasakan ketulusan dengan semua yang dia
katakannya.fauzi laki-laki yang baik,selama kami mengenal,banyak hal
yang di lakukan untuk ku,perhatiannya dan cara dia memperlakukanku tidak
jauh beda dengan rahardian,tapi itu semua tidak akan bisa begitu saja
melenyapkan rahardian dari hati ku untuk saat ini. namun aku berfikir
lagi untuk apa menunggu hal yang tidak pasti dan sampai sekarang pun
sosok rahardian lenyap di hadapan ku,dan tidak ada salah nya aku mencoba
menyanyangi orang yang nyata menyanyangi ku.dan malam itu juga aku
menerima fauzi menjadi pacar ku,berusaha dan mencoba untuk menjadi
miliknya dan meski berat aku akan mencoba mengubur dalam-dalam kenangan
tentang rahardian di dalam hati ku.meski demikian jauh di dalam lubuk
hati ku rahardian masih satu-satunya orang yang tersimpan di hati.

waw..
BalasHapusapa kabar ya rahardian nya.
oh iya nama kamu risa atau eca??
ahahahaahaha.....
Hapusitu kan hanya karangan saja...
:D
ahahhaha