Rabu, 20 Juni 2012

Yang Tersimpan Di Hati


                                 Oleh : Ecca Puspita                                

    Dua tahun lalu di depan kantin sekolah ku aku bertemu dengan seorang laki-laki yang ntah kenapa saat pertama kali melihat nya aku pun terus menyukai nya ,senyumnya,tingkahnya membuat nya mempunyai daya tarik tersendiri bagi ku,dia baik dan ramah,Rahardian namanya.Rahardian adalah kakak kelas ku.waktu itu bel jam istirahat berbunyi aku dan ketiga teman ku melisa,ariska dan dewi bergegas untuk membeli cemilan dan membawa nya ke dalam kelas untuk di makan bersama beberapa teman yang lainnya,selesai membeli makanan yang ingin kami makan ,kami pun berniat balik lagi ke kelas,namun niat ku pun terhenti saat aku melihat rahardian duduk di kantin itu,saat itu juga aku mengajak ketiga teman ku duduk dan makan di kantin itu saja.
"Kita makan di sini aja ya ... gk usah di bawa ke kelas..." kata ku
"loh,kenapa ?"tanya melisa
"gpp,kaki aku sakit turun naik tangga ..."kata ku dan langsung ku ajak mereka duduk.mereka bertiga pun ikut duduk bersama ku dan memakanan makanan yang kami beli tadi.namun tidak dengan ku,mata ku terus menatap ke arah Rahardian yang duduk di depan tempat dudu kami.rahardian duduk bersama kelima teman laki-laki nya dan bercerita dengan tertawa-tawa sehingga membuat ramai kantin ini.akupun terus menatap nya,"he ! liat yang mana riz?"tanya ariska pada ku
"maksudnya ? " kata ku
" dari tadi kan liat-liat mereka terus kamu kan ? " kata ariska.seketika aku pun tersenyum dan tertawa mendengar ucapan ariska.
"iya ni..yang mana sih ..."sambung dewi
"gk ada .. "kata ku,aku pun mulai mengalihkan pembicaraan dengan mereka dan mengalihkan pandangan ku dari rahardian dan teman-temannya.selang beberapa menit bel selesai jam istirahat pun berbunyi.aku dan teman-teman ku mulai memasuki kelas lagi.selesai belajar bel jam pulang berbunyi lagi,seperti biasa aku,melisa,ariskan dan dewi selalu pulang bersama meski rumah kami berbeda dan hanya aku dan dewi saja yang berdekatan rumah ,sebelum pulang aku dan ketiga teman ku tidak lupa untuk duduk berlama-lama dulu di tempat penjual es di depan sekolah,sambil menunggu jeputan masing-masing dan hanya aku dan dewi lah yang sellu pulang naik angkot.saat itu aku melihat rahardian bersama seorang teman nya juga duduk di tempat itu.
"numpang duduk ya ...." kata nya pada kami,satu dari kami tidak ada yang menjawab.rahardian pun tersenyum,badan ku terasa kaku,jantungku pun berdetak kencang saat rahardian duduk di sampingku.
seketika aku terdiam dan sosok yang lebai dan berisik dari diri ku tiba-tiba hilang dan menjadi pendiam.
"kenapa riz?"tanya dewi ,aku menggelengkan kepala ku.
"eh,aku udah di jeput tu..aku pulang duluan ya ..."kata ariska.tak berapa lama setelah ariska di jeput,tomi pacar melisa mulai menjemputnya .melisa pun segera pulang.
"kalian gk pulang?" tanya melisa
"bentar lagi mel,masih pengen di sini..."kata ku
"yaudah aku duluan ya .. tomi mau ke kampus lagi soalnya .."kata melisa.
"iya,gpp duluan aja.."kata dewi.melisa pun pulang meninggl kan kami.sedangkan rahardian dan temannya masih duduk dan bercerita-cerita di sini . selang beberapa menit ayah ku pun menelfon ku dan meminta ku untuk segera pulang.aku dan dewi pun segera bergegas dari tempat duduk,
"mau pulang ya ?"tanya teman rahardian pada kami
"iya .."sahut dewi dan tersenyum.kami pun meninggalkan tempat itu dan berjalan menuju pasar untuk menunggu angkot ke arah rumah kami.saat kami berjalan tiba-tiba teman rahardian datang menghampiri kami
"tunggu-tunggu..."panggilnya.kami pun mengehentikan langkah.dalam hati ku berharap kalau rahardian lah yang menyuruh temannya untuk datang dan meminta ku memberitahu nama ku,tp apa yang ku fikirkan ternyata salah besar,ternyata teman nya ingin berkenalan dewi .
"maaf,aku cuma mau tanya nama kamu.."kata teman rahardian pada dewi.dengan cepat dewi menjulurkan tanggannya."Dewi..."kata dewi dan tersenyum.
"ponco..."sahut ponco,tanpa basa-basi ponco langsung meminta nomor handfone dewi dan dewi pun memberikannya.selesai dari itu angkot yang kami tunggu pun datang dan kami segera pulang kerumah masing-masing.
*****
    Keesokan harinya aku terlambat datang ke sekolah hingga saat jam pelajaran di mulai aku tidak dapat mengikutinya,sesuai peraturan sekolah bila ada seorang siswa/siswi yang terlambat maka akan di beri hukuman menyapu halaman sekolah sampai bel jam istirahat berbunyi.aku pun segera menyapu halaman yang gak tanggung-tanggung lebarnya.
selama pengawasan aku bersama 3 orang siswi lain yang tidak sekelas ku terus menyapu dan saat tidak ada pengawasan lagi dengan cepat ku tinggal kan mereka dan aku segera berlari kekantin.aku lihat rahardian duduk sendiri di kantin itu sambil memainkan handfonenya.aku pun masuk ke kantin dan ku pesan segelas teh manis dingin,ku nikmati minuman itu sendiri.tak berapa lama
"terlambat ya ? " tanya rahardian yang tiba-tiba menegurku
"iya..."jawab ku.
"aku duduk di situ boleh gk ? " tanya rahardian. aku pun tersenyum dan rahardian mendekati dan duduk di bangku depan ku .
"namanya siapa? " tanya rahardian pada ku
"riza.."jawab ku.rahardian pun mengenal kan diri nya.
"kamu terlambat juga ? "tanya ku
"gk ..."jawabnya dan tersenyum.
"jadi ? "
"aku udah datang dari tadi pagi,lagi malas belajr aja..."jawabnya dan tersenyum lagi.kami pun terus saling bertanya dan perasaan ku semakin aneh dengan nya,rasa suka ku semakin besar untuk nya ,apa lagi saat melihat setiap senyum yang keluar dari wajah nya,semakin buat aku deg-degan . hari itu lah awal aku benar-benar mengenal rahardian,dan aku kira hari itu hari yang sangat buruk,karena terlambat dan di hukum tp ternyata hari yang sangat menyenangkan bagi ku.
bel sekolah pun berbunyi menujukan waktu istirahat ,ketiga teman ku menemui ku di kantin,saat mereka datang rahardian pun bergegas meninggal kan ku.
"cie..cie...itu rupanya yang di lirik-lirik dari kemarin.."ledek melisa pada ku
"hahahaaha... iya .."kata ku
"enak dong di hukum berduaan di kantin .."ledek ariska.aku pun tertawa keras.
"dewi mana ? "tanya ku karena tidak melihat dewi bersama mereka
"tu..."kata melisa menujuk dewi yang sedang berdiri bersama ponco di depan pagar
"kompak ya? teman sama temen ,kita aja yang pacarnya org lain .."kata ariska
"maksudnya ? "tanya ku
" ya iyalah,kamu sama cowok tadi pacaran,si ponco itu kan temannya cowok tadi ..."kata melisa
"namanya rahardian loh,lagian aku sama dia gk ada apa-apa kok,kenal aja baru tadi ..."kata ku dan tersenyum lebar.tak berapa lama dewi pun menghampiri kami.
"pasti lagi nyeritai aku kan? " kata dewi
"ikh,gk penting tau .."jawab melisa
"ngomong apa sih sama ponco,kok kayaknya serius gitu ? " tanya ku
"dia nembak aku ..."
"apa ? baru kenal kok udah di tembak ? " sambung melisa
"aku juga gak tau ..kata nya sih dia sering perhatiin aku... "
"kamu nya mau ? "tanya ku
"mau ..akujuga udah lama sih pengen kenal sama ponco.."
"yaudah jalani aja kalau suka,harus hati -hati yang penting .."kata ariska.
****
"dewi ! " panggil ponco dan menghentikan speda motor nya di depan kami  yang sedang berdiri menunggu angkot." aku mau ngajak kamu jalan sebentar,kamu mau ? " ajak ponco
"mau sih,cuma aku gk enak sama riza dia sendiri nanti kalau aku sama kamu..."kata dewi
"loh,kok gitu wi ? gpp lah kalau mau jalan sama ponco aku kan bisa pulang sendiri ..." kata ku
"iya wi,gpp kan riz hari ini kamu pulang sendiri ? "tanya ponco
"iya gak apa-apa..."
"tapi riz.."kata dewi
"ya ampun wi,gpp lah .. jgn gitu..."kata ku .akhirnya dewi pun menerima ajakn ponco.mereka pun pergi dan tinggal aku sendiri.sudah hampir setengah jam aku nunggu angkot yang sama sekali belum muncul.
"kok sendiri ? " tanya rahardian yang tiba-tiba berada di samping ku
"eh..kamu ,buat kaget aja.."kataku
"mana temen mu ? "tanya nya lagi
"pulang tadi sama temen mu si ponco..."jawab ku
" jadi kok gk pulang ?"
"nunggu angkot,belum muncul-muncul juga dari tadi ..."
"mau pulang gak ? "
"mau lah,kalau gk buat apa aku nunggu angkot..."
"jadi kok gk pulang ? "tanya rahardian
"ya ampun...kan udah aku bilang angkotnya belum ada..."kata ku mulai kesal
"harus naik angkot ya ?"
"ya iyalah,jadi naik apa ? "
"naik motor aku terus aku yang ngantari gk mau apa ? "kata rahardian dan tersenyum.mendengar ucapan nya aku pun sangat senang dan tidak ada niat sedikit pun untuk menolak,namun tidak cepat ku iakan kan karena rasa gengsi di hati ku .aku pun hanya diam dan tak menjawab.
"kok diam ? ayok aku antar.. mau kan ? " paksanya,dan aku pun langsung naik ke motor nya.dan kami pun segera meningglkan sekolah.
"pacar kamu gk kenapa gk jeput riz? "
"gk punya pacar.."
"kenapa? kamu kan cakep ..."kata rahardia,aku pun mejawab nya dengan senyuman,sepanjang jalan kami pun terus bercerita dan saling bertanya.sesampainya di depan gang rumah ku,aku pun meminta rahardian menghentikan motor  nya.
"sampai sini aja ..."kata ku
"rumah nya mana? kok gk sampai rumah ? kenapa? "tanyanya
"rumah aku di dalam,aku takut di marahi orang tua ku ,akukan masih di larang punya temen cowok .."kata ku
"oh.. yaudah gpp..."
"aku masuk dulu ya,makasi banyak ..."kata ku dan langsung maninggalkan rahardian.
sesampai nya di dalam rumah aku pun serasa sangat bahagia,aku tidak pernah jatuh merasakan hal seperti ini selama hidup ku,menyukai seseorang yang saat di dekat nya tidak ingin cepat aku meninggalkannya.hari itu lah kahidupan ku berubah,aku semakin merasa hidup saat aku bertemu dengan rahardian,semangatku untuk sekolah semakin besar,berharap setiap hari bisa bertemu dan pulang dengan nya dan apa yang ku harap kan semuanya terwujud.
****
     empat bulan sudah aku dan rahardian berhubungan dekat,aku berharap dia akan menyatakan perasaannya pada ku.dengan sikap nya yang sangat perhatian dan selalu mementingkan ku kapan aku membutuhkannya aku pun yakin kalau apa yang kurasakan rahardian merasakannya juga.tapi,sampai saat ini dia tidak menyatakan apa yang dia rasakan.rasa gelisa pun menaungi ku,saat ku ingat dua hari lagi UAN akan datang,semakin tidak tenang ku rasakan,saat rahardian lulus dan tidak ada kejelasan tentang hubungan ini ,ntah bagaimana aku nanti kalau harus berada di sekolah tanpa bersama rahardian yang sudah menjadi kebiaasaan ku dan semangat ku.
siang itu rahardian tetap masih mengantarkan ku pulang,ingin rasanya ku katakan apa yang ada di hati ku padanya,namun aku takut menerima kenyataan kalau apa yang ku fikirkan berbalik dari perkiraanku.akhirnya sampai di depan gg rumah ku aku pun tidak membicarakannya,aku pasrah dengan semua keadaan yang aku alami nanti."riz,besok jalan yok ? mau? "kata nya.mendengar ucapan nya mulai lah timbul lagi keyakinan kalau rahardian memang mencintai ku dan mungkin malam ini dia mau bicarakan tentang perasaannya pada ku.
"bukan aku gk mau ,cuma aku takut orang tua ku marah...kalau ibu sih mungkin ngerti aku,cuma ayah ku ini loh.. susah,tp gini deh ntar aku usahai ya,"
"ok,kabari ya kalau bisa,aku sih berharap .. " kata nya
****
pagi tlah datang ,saat aku terbangun aku melihat jarum jam dinding ku menunjukan jam 12.00 siang , maklum hari ini hari minggu jadi memang kebiasaan ku bangun siang-siang.aku pun segera keluar kamar ku dan ku lihat ibu ku sedang merapikan bunga-bunga di halaman depan."buk..ayah mana ?" tanya ku yang tidak melihat sosok ayah duduk di teras rumah.
"tadi pagi-pagi sekali ayah pergi kerumah paman,"jawab ibu ku,mendengar nya aku pun langsung berlari kedalam kamar dan mengambil handfone ku memberitahukan pada rahardian bahwa aku bisa menemaninya jalan hari ini.
selang satu jam rahardian pun menjemput ku,ibu ku terlihat sedikit kaget saat melihat keberanian rahardian meminta izin dengan ibu ku dan berjanji pada ibu akan mengantarkan ku pulang tepat waktu,akhirnya ibu ku yang penuh pengertian itu pun mengizinkan kami untuk pergi.
di perjalanan rahardian cukup laju membawa motor nya,hingga aku hampir saja terjatuh ,namun rahardian menarik tangan ku.
"pegangan ya ..." kata nya.aku pun memegang pinggang nya sambil menatap ke arah depan.
"kita mau kemana ? " tanya ku.rahardian tidak menjawab nya.tak berapa lama rahardian mengehentikan motor nya di parkiran tempat wisata yang sangat sejuk udaranya dan bagus pemandangannya.

rahardian pun mengajak ku duduk di sebuah pondok yang sangat tenang sambil menikmati segelas teh hangat.
" pernah kesini ?" tanya nya
"gk " jawabku
" yok jalan.. keliling tempat ini ..." ajak nya,aku pun mengikutinya dan berjalan di samping nya.
" bentar Lagi aku UAN,doakan berhasil ya ..."kata nya
" iya ..." jawabku,dalam hati masih berharap rahardian menyatakan perasaannya hari ini.hampir satu jam kami bersama,namun rahardian belum menyinggung tentang perasaannya pada ku.
dia masih terus bercerita dan  tertawa tanpa memikirkan apa yang kurasakan saat ini pada nya,"ya tuhan sdarkan lah dia kalau aku sangat menyayangi nya.. " gumam ku dalam hati.
saat rahardian melihat jam di tangannya,tiba-tiba dia mengajak ku pulang,tidak ada yang bisa kukatakan selain mengikuti ajaknnya untuk pulang.sepanjang jalan rasa kesal terus ku rasakan,kekecewaan ku pun mulai menjadi-jadi saat aku lihat sms di hanfonenya,kata-kata di pesan itu sangat lah memperhatikannya nya,dan sepertinya rahardian sangat senang membacanya.di dalam fikiran ku rahardian sudah mempunyai pacar,dan seketika itu harapan ku seperti hilang rasa benci ku muncul untuk nya.
sesampainya di rumah,setelah dia pamit pulang dengan ibu ku rahardian memberikan ku sebuah buku novel.
"riz,kamu suka baca kan ? ini aku belikan buku buat kamu,baca ya .. "kata nya dan langsung meninggalkan ku.saat di dalam kamar aku,aku pun meletak kan begitu saja buku pemberiannya tanpa ku baca, ku letakan di atas meja belajar ku,air mata ku menetes dan tidak dapat ku tahan lagi rasa kecewa ku pada nya. akhirnya hari itu juga ku putus kan untuk tidak mengingatnya lagi.
*****
     tiga hari tlah berlalu,selama UAN terlaksana kelas ku pun di liburkan .dari situ lah aku tidak pernah melihat rahardian lagi,telfon dan sms nya pun sama sekali tidak ku hiraukan lagi, dan pada saat rahardian datang ke rumah ku aku pun tidak menemui nya.meski aku juga merasa sakit dengan apa yang ku lakukan,namun setelah ku fikir itu semua untuk kebaikan ku juga agar tidak menyakiti ku lebih dari ini.
malam itu dewi dan ponco datang menemui ku,dan menanyakan kabar ku.aku pun menceritakan apa yang ku rasakan terhadap rahardian  kepada mereka berdua.dan aku pun hampir tidak percaya apa yang di katakan ponco bahwa rahardian adalah sepupu nya dan sering bercerita bahwa dia menyayangi ku,
"kalau memang iya kenapa dia gk bilang terus terang sama ku, ? "kata ku
"itu yang aku gk tau,.."
"kemarin dia cuma ngasih aku buku yang gak penting..."
"buku ? buku apa ?"
"novel,yang ntah apa isi nya aku gk tau,males juga baca nya,masih sakit ati.."jawab ku
"loh..yank kamu sms siapa sih kok mesra banget ?" tanya dewi yang sedang memeriksa handfone ponco
"itu kan rahardian ,kemarin waktu mereka jalan aku sengaja ketik kayak gitu ..."kata ponco,aku pun langsung mengambil hp ponco dan membaca sms nya."ya tuhan,ternyata ini sms ponco,aku kira pacarnya.."kata ku ,ponco pun tertawa terbahak-bahak mendengar semua kesalahfahaman ku.
tak berapa lama mereka pun pulang dari rumah ku aku segera masuk kedalam kamar ku dan mengambil buku yang di berikan rahardian,saat ku buka betapa kaget nya aku saat ku lihat di dalam buku berwarna merah,bersampul gambar bunga mawar dan sebanyak 100 lembar hanya ada tulisan
" aku sayang kamu riza .." dan sebuah surat.
"riza,apa yang ku lakukan ini semata hanya untuk membuktikan rasa sayang ku sama kamu selain sikap ku selama ini,dan kenapa aku menyatakan rasa sayang ku tidak dengan ucapan? itu karena aku punya cara tersendiri untuk menyayangi kamu,dan kamu akan selalu ingat kalau aku selalu sayang kamu,selasai sekolah ini aku di minta papa ku untuk nerusi studi di luar kota,makanya buku ini aku buat dengan tangan ku sendiri agar kamu tidak lupa kalau aku sayang sama kamu,bagi ku dengan ucapan sedetik mungkin hilang kata sayang itu,tapi jika dengan tulisan ini semua akan tetap kita ingat sampai kita bertemu nanti dan tinggal bersama di satu atap dengan rasa cinta dan sayang yang masih tetap sama seperti hari-hari kemarin.. aku menyanyangi mu riza..selamanya..dan cinta ini milik kita,riza..besok selesai  bel sekolah aku tunggu kamu,sebelum aku pergi aku ingin menikmati waktu yang ada bersama kamu,"
selesai membaca surat itu aku pun tidak bisa membendung rasa sedih ku,seharusnya dari kemarin aku menemuinya namun karena keegoan ku semua nya sia-sia.
****
     Tanpa terasa selesai lah UAN terlaksana.kami pun mulai masuk sekolah seperti biasa lagi,saat ku injakan kaki ku ke sekolah itu aku pun teringat kembali dengan sosok rahardian ,namun dengan cepat aku berusaha untuk tidak mengingatnya.aku sudah yakin dan siap menjalani hari-hari ku tanpa nya.semua ini harus ku tanggung karena kebodohan ku sendiri.
sepulang sekolah aku pun tidak bersama teman-teman ku aku keluar kelas saat siswa dan siswi tidak ada lagi di sekolah.saat aku berjalan keluar pagar,sperti biasa aku pun berdiri di depan sekolah menunggu angkot datang,hampir satu jam aku berdiri di depan pasar itu dan sudah cukup banyak angkot menuju  rumah ku lewat begitu saja dan tidak ku hiraukan,dalam hati aku berharap rahardian datang menjemput ku,namun bagi ku itu semua tidak lah mungkin karna mungkin dia sudah membenci ku karena sikap ku kemarin. dengan berat hati aku pun terus memaksa diri ku untuk tidak memikirkannya,tak berapa lama
"kok gk pulang ? " kata seorang laki-laki yang tiba-tiba berada di belakang ku,saat aku menoleh aku lihat itu rahardian dan tersenyum pada ku.
" nunggu angkot..." jawb ku
" bohong banget.. " kata nya,aku pun diam dan tak menjawab ucapannya.
" kamu tau dari tadi aku berdiri di ujung sana liati kamu,banyak angkot lewat kok gk kamu stop.apa memang mau nunggu aku ? "kata nya.aku pun tersenyum mendengar ucapannya.rahardian memaksa ku naik ke motor nya dan  mengantarkan  ku pulang ,di perjalanan aku pun terus meminta maaf dengannya dan rahardian pun menghentikan motor nya di sebuah kafe yang tak jauh dari sekolah ku. rahardian mengajak ku duduk di tempat itu.
" rahardian aku minta maaf atas sikap ku selama ini..." kata ku dan menjelaskan apa yang terjadi kemarin
" udahlah,tidak perlu di bahas lagi.." kata nya dan memegang pipi ku sembari tersenyum
" kamu maafi aku kan ? "kata ku meminta kepastian maaf pada nya
" riza,kan udah aku bilang..udah lupai aja,dan itu gk penting bagi aku,yang terpenting sekarang cuma satu,aku sayang kamu... " kata nya dan menatap mata ku,aku pun langsung memeluknya,rahardian pun membalas pelukakanku ,saat itu lah pertama kalinya ku rasakan pelukan seseorang selain ayah dan ibu ku,hangat dan nyaman ku rasakan saat berada dalam pelukannya.
selesai kami berbicara banyak,rahardian mengantarkan ku pulang ke rumah,kali ini aku mengajak nya mampir kerumah ku dan kebetulan ada ayh ku di rumah,jantung ku pun berdetak kencang saat ayah ku keluar rumah dan melihat rahardian duduk di teras rumah ku. kulihat rahardian mencium tangan ayah ku dan tak berapa lama ayah ku pun masuk ke dalam rumah ,ayah ku tidk tersenyum atau marah saat melihat ku hanya saja wajah nya terlihat dingin dan berlalu pergi ke ruang televisi.
saat aku keluar dari dalam rumah ,ku berikan  rahardian segelas es jeruk.kami berdua duduk di teras depan rumah ku.
" jadi kapan kamu pergi ? " tanya ku yg memulai pembicaraan
" minggu depan mungkin .." jawab rahardian
" kenapa harus di luar kota ? "
" aku juga gak tau riz,aku sih sebenarnya gk mau,tapi karena perintah papa,ini juga demi masa depan aku nanti," jawab nya
" oh.. " kata ku , dalam hati ingin rasanya aku mencegah nya dan melarang nya untuk pergi jauh dari ku,namun aku juga tidak punya hak apa-apa untuk nya,meski dia sudah mengatakan kalau dia menyayangi ku,namun dia tidak meminta ku untuk jadi pacarnya,bagi ku jika seseorang mencintai seseorang dan tidak meminta nya untuk jadi pacarnnya,itu tidak akan meresmikan hubungan mereka.
sore pun tiba , rahardian cukup lama duduk di rumah ku dan kini dia pamit untuk pulang ke rumah nya,
******
" tit..tit...tit..tit..." suara jarum jam dinding ku membangunkan ku dari tidur lelap ku semalam,ku lihat wktu menujukan pukul 07.00 pagi,aku pun bergegas untuk bersiap-siap ke sekolah dan saat mau memakai sepatu,handfone ku berdering menandakan ada sms masuk,saat ku lihat ternyata dari rahardian,aku pun tersenyum melihat nya,aku segera membaca sms itu
>> riza,tadi pagi aku dan keluarga mendapat kabar,kalau nenek yang di jakarta meninggal,jadi kami dan keluarga harus pergi kesana,dan yang aku sesalkan,papa nyuruh aku langsung tinggal di sini,jadi gk dua kali balik lagi,sebenarnya berat rasa nya aku pergi tanpa kamu,beritahu kamu dengan cara kayak gini,aku juga belum siap untuk gk liat senyum manis kamu setiap hari nya,untuk jauh dari kamu,tapi aku juga gak bisa nentang kemauan org tua ku,aku harap kamu mengerti dan aku janji ini semua ku lakukan demi kamu dan aku di kedepan hari nanti,aku akan pulang,terus kasih kabar sama aku ya riza,jangan pernah lupai aku <<
hati ku terasa sakit saat selesai ku baca pesan dari rahardian,,tp aku mencoba untuk menerima dan hanya satu yang ku fikirkan dia akan pulang menemui ku.dan mulai hari itu aku benar-benar menjalani hari ku tanpa nya.
       enam bulan aku dan rahardian berkomunikasih memalui udara,setiap hari dia selalu memeberikan perhatian nya pada ku,meski hanya lewat sms itu sudah cukup bagi ku ,tidak hanya itu saja,rahardian juga sering mengirimkan ku benda-benda unik untuk ku pajangkan di kamar ku,dia sangat baik pada ku,dan aku tidak pernah menghianatinya selama dia jauh,dan hingga pada suatu hari,ntah kenapa handfonenya tidak aktif saat aku ingin menelfonenya,semua sms yang ku kirim kan untuk nya tidak pernah di balas,dan seminggu telah berlalu,tidak ada satu kabar pun darinya,rasa resah selalu ku rasakan,perasaan takut juga ku rasakan,aku takut terjadi apa-apa dengannya,aku takut dia menghianati ku,aku benar-benar takut hal yang tak ku inginkan terjadi dan  ingin rasanya aku tanyakan apa yang terjadi dengannya namun aku tidak tahu harus kepada siapa ku bertanya,.aku pun bersabar menunggu kabar dari nya,dan aku terus mencoba untuk menghubungi,
*****
   Waktu terus berputar,tahun tlah berganti tahun ,dua tahun sudah ku jalani hari ku sendiri,tanpa pacar dan masih ku harapkan kabar dari rahardian,aku tidak tahu apa dia masih mengingat ku atau tidak,masih menyayangi ku atau tidak,aku tidak tahu,aku hanya berharap dia akan pulang menemui ku di sini.
    Setelah lulus sekolah aku pun kini bekerja di sebuah perusahaan swasta milik paman ku,selama bekerja di situ aku mempunyai teman baik bernama lisa,lisa cukup dewasa dan baik pada ku aku pun tidak segan-segan menceritakan kekesalan dan kesenangan ku padanya,aku menceritakan tentang rahardian pada nya,lisa juga berkata pada ku untuk tidak terlalu berharap dengan hal yang tidak pasti dan hanya menyakiti ku nantinya.ucapan lisa membuat ku lebih berfikir untuk tidak lagi memikirkan rahardian dan mencoba membuka hati ku untuk orang lain yang sunggung nyata untuk ku.
sore itu sepulang dari kantor,aku dan lisa memutuskan untuk menikmati segelas kopi di kedai kopi yang tak jauh dari kantor kami berada,di tempat itu aku dan lisa duduk sambil bercerita dan tak berapa lama,datang seorang laki-laki menghampiri kami .
" maaf lama ya ? " sapa laki-laki itu pada lisa
" oh,gak kok zi,kamu dari mana aja ? " tanya lisa
" ngantar mama tadi.." jawab nya
" oia,kenali ni temen aku .." kata lisa menunjuk ku,
" riza.." kata ku
" fauzi .." sahutnya . fauzi adalah sahabat baik lisa,fauzi laki-laki yang manis,meski tidak semanis rahardian,sore itu lisa meninggalkan ku duduk berdua dengan fauzi di kedai kopi itu.
" mau kemana? " tanya ku yang melihat lisa beranjak dari tempat duduk nya
" ke kantor bentar,ada yang ketinggalan,kamu ngobrol-ngobrol aja dulu sama fauzi ya,nanti aku balik lagi..bentar kok gk lama.. " jawab nya dan langsung meninggalkan kami."
selama lisa meninggalkan kami,aku dan fauzi pun terus berbicara,saling bertanya dan dia selalu memuji ku,aku tidak tau ntah kenapa aku seperti tetarik dengan sosok fauzi yang lucu yang dan bisa menghibur ku,selama dengannya aku terus tertawa di buat nya,segala keresahan ku pun hilang begitu saja.dia baik,dan sopan pada ku,suara dan tutur  kata nya yang lembut tidak menghilangkan kesan humoris dari dirinya.
meski aku baru mengenal nya,namun aku dan dia terasa sudah akrab.
*****
    Sudah sebulan aku dan fauzi saling mengenal ,hingga malam itu fauzi mengajak ku untuk menemani nya pergi ke pesta pernikahan lisa,aku pun tidak menolak nya,malam itu fauzi menjemput ku,fauzi memakai helm yang sama dengan helm milik rahardian dulu,saat melihat nya jantung ku berdetak kencang lagi,sejenak ku fikir dia rahardian dan senyum manis pun terpancar dari wajahnya.namun setelah helm itu lepas,hanya sosok  fauzi yang ku lihat.fauzi pun tersenyum dan menghampiri ku
" udah siap..? yuk berangkat.." ajak fauzi,aku pun tersenyum dan mengkutinya pergi ke pesta pernikahan lisa.
sepulang dari sana,dan sesampainya di depan rumah ku.
" riza.terima kasih ya udah mau nemeni aku ..." kata fauzi
" iya,sama-sama.. " kata  ku
" riza,aku sayang kamu,kamu mau jadi pendamping aku ? " kata fauzi,ucapan fauzi membuat ku cukup terkejut,apa lagi aku dan dia baru sebulan saling mengenal.
" maaf riza,mungkin kamu kaget dengar aku bicara seperti ini,tapi ini perasaan ku lisa,aku nyaman dekat kamu,kamu cewek yang baik,sederhana,dan dewasa,semua itu yang buat aku sayang sama kamu..dan....aku juga gak memaksa kamu untuk menerima aku,aku serah kan semua ke kamu,kamu tanya hati kamu,aku jg gak mau jika hubungan kita di landasi tidak dengan kasih sayang yang benar-benar ada,aku gk mau semua nya sia-sia.." ucap fauzi.sejenak aku pun terdiam mendengarnya , ku tatap mata nya dan ku rasakan ketulusan dengan semua yang dia katakannya.fauzi laki-laki yang baik,selama kami mengenal,banyak hal yang di lakukan untuk ku,perhatiannya dan cara dia memperlakukanku tidak jauh beda dengan rahardian,tapi itu semua tidak akan bisa begitu saja melenyapkan rahardian dari hati ku untuk saat ini. namun aku berfikir lagi untuk apa menunggu hal yang tidak pasti dan sampai sekarang pun sosok rahardian lenyap di hadapan ku,dan tidak ada salah nya aku mencoba menyanyangi orang yang nyata menyanyangi ku.dan malam itu juga aku menerima fauzi menjadi pacar ku,berusaha dan mencoba untuk menjadi miliknya dan meski berat aku akan mencoba mengubur dalam-dalam kenangan tentang rahardian di dalam hati ku.meski demikian jauh di dalam lubuk hati ku rahardian masih satu-satunya orang yang tersimpan di hati.



                                                                                                                        *Selesai

2 komentar:

  1. waw..
    apa kabar ya rahardian nya.
    oh iya nama kamu risa atau eca??

    BalasHapus