Oleh : Ecca Puspita
Siang itu hujan begitu deras,langit yang mendung membuat ku merasa ingin tertidur saja,tapi itu bukan lah hal yang tepat karena masih ku ingat begitu banyak tugas kantor yang harus ku kerja kan di rumah. dengan di temani segelas teh hangat,perlahan ku selesaikan lembar demi lembar tugas ku,dan akhirnya semua selesai dalam hitungan waktu yang cukup lama.ku rapikan meja kerjaku setelah itu aku pun segera menuju kamar ku,ku lihat dari arah jendela,hujan belum berhenti meski hari sudah sore.
ku baringkan tubuhku di atas kasur di kamarku,ku tatap awang-awang rumah ku,dan entah kenapa terlintas di benak ku,bayangan iksan seseorang yang dulu pernah mengisi hati ku namun belum sempat menjadi milikku.kedekatak kami sudah terjalin sejak kami duduk di bangku SMP dulu,sampai kami SMA dan lulus,setelah itulah,kami berpisah.dulu aku sangat mencintainya karena sifatnya yang baik pada ku,dan sampai saat ini,meski sudah lebih dari 3 tahun aku tidak bertemu dengannya perasaan itu masih ada.
*****
Alaram di handfone ku berdering dan membangunkan kau dari tidurku.ku lihat jam di handfone ku telah menunjukan pukul 22.00 wib.aku pun segera bergegas untuk membersihkan tubuh ku yang bau dan lengket akibat keringat,selesai mandi dan selesai memakai pakaian,aku lihat di luar hujan telah berhenti,namun suasana dingin masih sangat terasa.ku tutup jendela kamar ku,dan aku pun keluar kamar untuk menutup jendela rumah.suasana rumah begitu sepi ,maklum aku hanya tinggal sendiri di rumah milik paman ku ini,sedangkan ayah dan ibu ku tinggal bersama adik perempuanku di kampung.aku memilih untuk mandiri karena letak kantorku dengan rumah yang di kampung sangat jauh.
tiba-tiba perut ku terasa lapar dan saat ku lihat stok mie instan di dalam laci,semuanya habis.
aku pun memutuskan untuk keluar dan membeli makanan di supermarket terdekat dari rumah ku.
belum sempat aku bergerak,ku dengar suara kertukan pintu di luar.saat ku buka ternyata juna,teman sekantor ku datang.dia sangat peduli pada ku.juna juga laki-laki yang humoris dan pintar.
"malam ci .. "sapanya pada ku
"loh.. ada apa ni? kok tumben datang malam-malam ??" sahutku
" iya tadi aku dari rumah tanteku,rumahnya gk jauh dari sini,ya aku mampir aja... maaf ya kalau aku ganggu kamu.." kata juna
"heheh,ganggu sih enggak jun,cuma aku baru mau keluar,mau beli makanan,baru bangun soalnya stok mie instan habis lagi.."kata ku
"wah..kebetulan aku juga belum makan,yuk cari makan sama aku .." ajaknya. Tanpa berfikir panjang aku pun menerima ajakan juna.selasai itu juna mengantarkan ku kerumah.
" udah malam ci..aku pulang dulu ya .." kata juna
" iya jun,makasi banyak ya .."
" sampai ketemu besok di kantor ya ci.. " kata juna.
****
keesokan harinya sepulang dari kantor juna berniat ingin mengantarkan ku pulang kerumah,niat baik juna pun tak pernah ku tolak.
" ci.. kamu suka coklat? " tanya juna
" suka dong jun,kenapa emangnya??" tanya ku.
" makan coklat yuk,di warung coklat di dekat rumah aku,mau ??" tanya juna
" mau jun,mau ..." jawabku.
sesampainya di sana ,begitu banyak pilihan coklat yang terlihat lezat,aku pun mencoba salah satu menunya dan itu pilihan juna. tidak salah apa yang di sukai juna cocok dengan seleraku.
" jun,sumpah enak banget... "kata ku
" kamu suka?"
" banget jun ..ahahah " kata ku.juna tersenyum dan memandangiku.
" kenapa ?" tanya ku
" kamu cantik ci.." jawabnya
" emang,semua orang udah pada tahu kok..hihihihih " kata ku.
" ahahahaha ..terus geer tuh ... " kata juna dan menarik hidungku.aku pun tersenyum.
" ci,kamu udah punya pacar ?" tanya juna
" keliatannya?" jawan ku
" mana aku tau,mana tau di kampung,kamu ada pacar..."
" eheheh gk ada jun,kenapa?" tanyaku
" kamu mau jadi pacar aku ci?" jawab juna. jawaban juna mencengangkan ku,sejenak aku pun terdiam.
" jawab dong ci.." kata juna
" jun,maaf ya aku belum mau pacaran,lagi pengen sendiri .. maaf ya.."jawab ku.
" iya gak apa-apa ci,aku akan tunggu kapan kamu mau.." kata juna.
" makasi ya jun atas pengertiannya.. " kata ku,juna pun tersenyum.selesai makan coklat,kami bergegas pulang.Sesampainya dirumahku.aku segera menuju kamarku dan beristirahat.
seperti biasa,aku selalu tertidur dan bangunnya pada waktu malam.aku terbangun karena mendengar ketukan pintu rumah ku,ku lihat dari arah jendela,arjuna telah berdiri menunggu ku di depan pintu.
" jun .. udah lama? maaf ya aku tadi tidur,jadi gk langsung dengar kamu ketuk pintu.." kata ku
" iya ci,gak apa-apa... pasti kamu belum makan kan ?"
" iya jun,kan baru bangun.."
" ni aku bawai kamu makanan,bakso urat..kamu suka kan?" tanya juna
" jun,kamu tau aja ya.kesukaan aku .."
" ci,apa gunanya aku bilang aku cinta,kalau aku gk tau tentang kamu? bukan hanya itu aja,kita kan udah berteman lama,jadi aku pasti tau tentang kamu,walau gk banyak.." kata juna,
" iya..yaudah yuk masuk..." ajak ku.setelah juna duduk di ruang tamu,aku pun membuatkannya segelas teh hangat,dan sama-sama memakan,makanan yang di bawanya untuku.sehabis makan,kami berdua memutuskan untuk duduk di teras dan mengobrol.
" ci,besok kan kita uadh libur kerja,kamu mau ikut aku kerumah ku gak ? ketemu sama ibu ku,kami di kampung bukan jajanan bakso,ibu aku pandai banget buat bakso.mana tau kamu mau belajar sama ibu aku.." ajak juna
" aku? ikut ke kampung kamu? ketemu ibu kamu ?" kata ku,
" iya ci,kamu gk usah takut,aku ada adik perempuan kok disana,nanti kamu bisa tidur sama adik aku dan soal status,kalau ibu aku tanya,aku gk akan bilang kita pacaran,karena aku sama kamu masih teman kan." kata juna.juna memang hebat,dia seperti tahu apa yang ku rasakan dan fikirkan.
aku pun tidak menolak ajakan juna,dan tujuan ku hanya ingin berlibur di kampung nya.
***
pagi pun kembali datang,kali ini aku bangun lebih pagi dari sebelumnya,dan segera ku siapkan kebutuhanku selama aku disana nanti.selesai bersiap-siap,ku dengar juna membunyikan klakson mobilnya dan dengan membawa barang bawaan ku,aku menuju mobil juna.
" sudah? " tanya juna, aku mengangguk dan juna mulai menjalankan mobilnya.selama di perjalanan kami terus mengobrol,perjalanan ke kampung juna cukup jauh,memakan waktu kurang lebih 6 jam. selama di jalan kadang aku tertidur dan tanpa ku sadari kami telah sampai di kampung juna,rumah juna terletak di daerah perumahan yang cukup mewah di kampung itu dan saat ku lihat,sempat terlintas di benak ku,apa juna berbohong dengan ucapannya,bahwa ibu nya seorang pembuat bakso?sementara di daerah sini sangat bersih dan tidak ada warung bakso,apa lagi pabriknya.
" buk...ini daneccia,teman sekantor juna.." kata juna memperkenalkan ku dengan ibunya.
" saya daneccia buk," kata ku dan mencium tangan ibu itu
" oh..iya,ayo masuk nak.. " ajak ibu itu.aku pun mengikuti mereka masuk dan duduk di ruang tamu.
" buk,daneccia ini mau minta ajari ibu buat bakso,soalnya dia suka banget makan bakso buk.." kata juna
" bener,kamu mau ibu ajari buat bakso ?" tanya ibu itu pada ku
" heheh,iya buk,kalau enggak keberatan.." jawab ku
" yaudah,kamu istirahat aja dulu,besok kita ke pabriknya.. " kata ibu juna
" terima kasih sebelumnya buk,"
" assalamualaikum.." sapa seorang wanita memakai seragam SMA dari depan pintu,
" walaikumsalam.. baru pulang rin?" tanya juna
" mas juna,wah.. kok gk ngabari mau pulang?" tanya rini.
" iya mas,mau buat kejutakan,oia.. ini teman mas.. namanya dhaneccia" kata juna memperkenalkan ku
" ini rini adik perempuan saya ci.."
" cantik ya.. ehhe" kata ku
" mbak bisa aja," jawab rini
" rin,sementara mbak ini di sini,dia sekamar dulu sama kamu ya..." kata ibu juna
" iya buk,enggak apa-apa.. malah rini senang ada teman. " kata rini.
" yaudah rin,ajak mbak ini istirahat.." kata juna. rini langsung mengajak ku untuk beristirahat di kamar nya.
" ini kamar rini mbak,berantak kan ya mabk,ehehe..." katanya
" gak kok,kamar mbak juga kayak gini,sering berantakan,"
" tadi pagi rini buru-buru berangkat sekolah,jadi gk sempat beresi.." kata nya,dan membuka jendela kamarnya.aku lihat dia terpaku di depan jendela itu sembari menatap keluar kamar.
" rin .. kamu liat apa? " tanya ku
" akh,gak apa-apa mbak ..." jawab nya
" oh.." kata ku tersenyum.
" mbak,udah mau magrib ni,rini mandi duluan ya.. udah gerah juga.." katanya.selang beberapa menit selesai rini mandi,aku pun segera mandi juga. dan selesai aku mandi. adzan magrib pun berkumandang.
rini mengajak ku solat berjamaah di rumah mereka,juna,ibu dan mbak iyem pembantu rumah tangga mereka telah menunggu kami di ruang solat.namun tak kulihat ayah mereka.
selesai kami lakukan solat berjamaah,kami pun segera menuju ruang makan dan menikmati makan malam.
ada menu bakso bakar di atas meja,rasanya tidka sabar aku ingin memakannya,namun karena belum di persilahkan,aku pun tidak berani mengambilnya.
" sudah kumpul semua? ayo ci silakan di makan " kata juna.
" ini bakso bakar dengan bumbu yang spesial mbak.. resep dari alm.ayah.." kata rini padaku
" iya terimakasih " kataku dan tersenyum
oh.. jadi ayah mereka sudah meninggal.." gumam ku. kami segera menikmati makan malam,perutku terasa kenyang dan ingin sekali ku rebahkan badanku di tempat tidur.aku pun bergegas masuk kekamar dan tak berapa lama rini menyusulku.sembari berbaring di sebelah ku,rini mengajak ku mengobrol.
" mbak,mbak pernah suka sama cowok gk ?" tanya rini
" ya pernah lah rin..mbak kan cewek... " jawabku
" kalau memendam cinta sama cowok? pernah? " tanya rini lagi, mendengar pertanyaan rini,yang tersirat di benakku hanya rasa cinta ku pada iksan saja,karena dia sampai saat ini belum ada seorang laki-laki pun mengisi hati ku.
"mbak kok diam aja??" kata rini
" eh..iya..pernah rin,emang kenapa? " tanya ku
" gini mbak,dari rini Sma kls I sampai sekarang rini suka sama cowok,dia baik,rajin dan ganteng mbak.."
" terus.."
" iya,rini mau ungkapi tapi rini takut dia marah..."
" sikap dia sama rini gimana?apa nunjuki kalau dia juga suka sama rini ? "
" kalau itu,rini liat dia biasa-biasa aja mbak,cuma kalau dia pulang kuliah,dia selalu ajak rini pulang bareng,kampusnya kan di sebelah sekolah rini.tp mbak kadang rini juga berfikir,apa mungkin dia bersikap kayak gitu karena kami satu komplek ya?"
" satu komplek? loh..berarti rumahnya daerah sini juga dong..."
" iya mbak.. tadi siang rini waktu buka jendela liati dia lagi nyuci mobilnya di depan rumahnya..."
" oh..yang kamu bengong itu,ternyata kamu lagi mandangi pujann hati toh.. hehehe.."
" eheheh iya mbak..besok deh rini kenali ya,namanya iksan..dia baik dan pendiam,gk neko-neko,pinter lagi" kata rini.mendengar ucapan rini jantungku pun berdetak.
" ya tuhan,kenapa sifatnya sama dengan iksan yang ku kenal? apa mungkin? akh,tp mana mungkin bisa seperti yang ku fikirkan.." gumam ku.
*****
malam tlah berlalu,rasa lelahku pun tlah hilang, hari ini semangat ku begitu besar,karena ibu juna menjanjikan ku untuk mengajarkan aku membuat bakso.
saat aku terbangun dan selesai mandi,ku temui mereka,dan sama seperti rumah ku,suasana rumah ini begitu sepi saat pagi datang.aku pun berjalan menuju terasa rumah dan ku hirup sisa-sisa udara yang masih segar. kupandangi satu persatu bentuk rumah yang indah itu dan tak berapa lama melintas sebuah mobil sedan silver dan berhenti di depan rumah yang tak jauh dari rumah juna,betapa kagetnya aku,saat ku lihat iksan yang keluar dari dalam mobil itu.
" iksan...dia ada disini? dia yang di maksud rini ? melihat ini apa aku harus senang? tau aku harus sedih?" gumamku.
" udah bangun?" tegur juna yang tiba-tiba mengagetkan ku.
" juna,udah jun .."
" loh..kok kayak kaget gitu? "
" habis ngeliat apa?"
" ngeliat ? gk,gk kok gk liat apa-apa..."
" yaudah jadi gk belajar buat baksonya? ibu udah lebih dulu disana.."
" iya,"
" yaudah yuk.." aja juna,aku pun mengikutinya. di perjalanan,otak ku tidak bisa berhenti berfikir,bagaimana mungkin aku bisa bertemu iksan.sementara sudah bertahun aku tidak tau dimana dia,bagaimana mungkin bisa kebetulan seperti ini ? apa aku berjodoh dengan nya?.
" kita sudah sampai ci,ini pabrik ibu ku.." kata juna dan mengajak ku mengelilingi pabriknya
" juna.." tegur ibunya
" buk,"
" dhaneccia,sini lihat mereka membuat baksonya,kalau kamu mau mencoba untuk membuatnya silakan .. gak apa-apa.." kata ibu juna
" iya buk,nanti saja.. " kata ku . ntah kenapa semangatku jadi turun,fikiran ku kembali memikirkan iksan.
." kamu kenapa ci.. kok diam aja?" tanya juna
" aku lagi gk enak badan jun.." jawabku
" yaudah,kamu aku antar pulang ya,kamu istirahat aja di rumah,aku mau bantu ibuk ya.."
" iya jun,terima kasih .." kata ku.juna mengantarkan ku dan sesampainya di rumah ku baringkan tubuhku,
aku merasa senang dengan sikap juna,yang selalu memperhatikanku.tp bagaimana pun aku tidak bisa membohongi perasaan ku,kalau yang kucari hanya iksan.rasanya aku ingin bertatap muka dengan iksan.tapi bagaimana mungkin ? aku di sini hanya pendatang,dan juna mempunyai perasaan pada ku,bagaimana mungkin,jika aku menemui iksan,maka hati juna akan hancur,bukan hanya juna saja,tapi adiknya rini pasti akan membenci ku.saat ini kebimbangan berkecamuk di fikiran ku.
dengan hati resa aku pun berniat duduk di teras rumah juna, dan tak berapa lama ku lihat iksan keluar dari dalam rumahnya dengan mengendarai mobilnya,iksan mengehntikan mobilnya dan keluar dari dalam mobil saat melihatku.
" daneccia...kamu daneccia kan ? " tanya iksan,aku pun menghapirinya
" iya.." jawab ku.ternyata dia masih mengenaliku.
" kamu,kenapa bisa ada disini?"tanya iksan padaku
" aku..mmm.. ini rumah teman ku.. " jawabku
" siapa teman kamu ? Rini? atau Juna? "
" juna.." jawbku
" teman atau pacar kamu ? "
" teman sekantorku.."
" oh..aku mau beli kue untuk mama,kamu ikut yuk.. " ajak iksan
" ikut? kamu ajak aku ? "
" iya..sekalian kita ngobrol,udah lama gk ketemu.."
" tapi..aku .." kata ku dan menghentikan perkataanku,ya tuhan cobaan apa lagi ini,dia mengajakku,bagaimana jika juna pulang nanti ?
" ci.. ayolah,sebentar aja.. nanti aku yang bilang sama juna.. ok "
" baik lah.." kata ku. aku menerima ajakan iksan,sepulang membeli kue,iksan mengajak ku duduk di sebuah warung makanan yang cukup indah dan sejuk dengan pemandangan yang indah pula.
" ci,kita makan dulu ya," ajak iksan.aku pun tersenyum
" ci..ini takdir,tuhan mempertemukan kamu dan aku di sini,saat ini,dan di tempat ini,setelah lama kita berpisah,dulu sewaktu aku lulus,aku sempat cari alamat kamu sama teman-teman,tapi mereka bilang kamu udah pindah.aku pun putus asa .yaudah aku ikut mamaku ke kota ini.aku cinta kamu ci,sejak dulu,tp karena aku lihat banyak cowok yang deketi kamu,aku pun merasa gak pantes sama kamu." kata iksan menjelaskan padaku. mendengar ucapan itu,hati ku pun menjadi semakin tidak menentu.berarti apa yang ku rasakan selama ini dia juga merasakannya.aku pun terdiam saat mendengar ucapannya.
" ci.. kenapa diam aja ? ada yang salah dengan ucapan ku ? " tanya iksan
" gk kok,gk san.. " jawabku
" jadi kenapa diam aja? "
" iya,maaf aku cuma bingung aja.."
" bingung kenapa? "
" dulu,banyak harapan untuk mu,dekat,becanda bersama ,bolos sekolah sama-sama,itu hal yang paling indah yang ku lakui selama hidup ku dengan kamu,kamu tau kenapa? "
" kenapa? "
" karena rasa cinta ku yang udah tumbuh sejak dulu,ku tahan kan semua dan memilih untuk diam saat kamu tidak memberiku satu tanda pun kalau kamu mencintai aku,seharusnya aku tidak pantas seperti itu,dan kenapa tidak sejak dulu ku ungkapkan rasa di hati ku padamu,tp itu lah aku,aku masih mementingkan gengsi ku,sampai saat ini,jujur,aku masih berharap bertemu kamu setiap hari,menghabiskan waktu berdua,tp bagamana mungkin ? jarak kita jauh ,setelah hari ini,besok aku akan kembali kerumah ku. "
" ci,jarak bukan lah masalah,dan jarak juga bukan alasan untuk kamu jauhi aku,kita punya handfone,kita bisa berkomunikasi setiap saat,dan jika kamu mau bersabar,setelah aku lulus kuliah,aku lamar kamu,kita menikah dan hidup bersama.. tapi tunggulah 3 tahun lagi.."
" bukan itu masalahnya,tapi lihat posisi aku,kamu pasti mengenal rini kan? dia pernah bercerita pada ku,dia mencintaimu dari pertama dia mengenalmu,dan juna,juna juga mencintaiku iksan ! hanya saja aku belum menerimanya,semua karena masih besarnya harapanku bertemu kamu,tapi aku tidak ingin menyakiti hati adiknya,mereka baik padaku,dan rini pasti akan sakit saat dia mengetahui yang sebenarnya..aku juga tidak akan memikirkan perasaanku sendiri,dan kamu tahu itu.. "
" aku tidak pernah tau kalau rini mencintaiku,dan sikap baik ku padanya karena aku telah menganggapnya sebagai adik ku sendiri,dan soal juna,itu semua tergantung kamu, dan pilihan hati kamu.aku juga gak akan memaksa kamu untuk menerima aku,dan aku cuma mau kamu tau,besarnya rasa cintaku dulu membuatku tidak pernah berubah untuk menunggu mu,sampai detik ini." kata iksan kepada ku,iksan memegang tangan ku dan menatapku,kebimbangan semakin ku rasakan.
" begini san,beri aku waktu,semua akan aku putuskan besok,sebelum aku pulang.. "
" iya ci,aku ngerti,"
" aku mau istirahat san,antar aku pulang ya .." kata ku
" iya ,yuk.." mendengar ucapanku,iksan langsung mengantarkan aku pulang dan sesampainya di rumah,iksan menghentikan mobilnya dan ku lihat rini sedang menyapu halaman rumahnya.
" mbak .. loh..kok bisa sama mas iksan? " tanya rini
" iksan ini teman lama saya rin,kebetulan ketemu di sini.." jawabku
" oh...hehehe.."
" maaf saya pamit pulang dulu ya," kata iksan
" iya..thanks ya san.. " kata ku
" loh,mas iksan gk mampir dulu ?" sambut rini
" gk rin,makasi..mas mau buru-buru.." jawab iksan.
setelah iksan pulang,aku dan rini juga ikut masuk kedalam rumah,aku pun langsung berbaring di ranjang mpuk milik rini.dan tak berapa lama kemudian rini menyusulku dan membawakanku segelas minuman segar.
" mbak,kok bisa ya,kebetulan kayak gitu.. " tanya rini
" bisa lah rin,kalau udah tuhan yang ngatur.." jawabku
" tadi mbak jalan kemana aja sama mas iksan? ada ngomongi aku gk?"
" gk kemana-kemana,cuma beli kue aja untuk mamanya,ada sih.mbak bilang sama dia kalau kamu suka sama dia.."
" terus dia bilang apa mbak?"
" dia bilang,dia minta maaf karena dia udah mencintai wanita lain,sejak lama..dan dia udah anggap kamu sebagai adiknya"
" apa ! tuh,kan filling aku bener mbak,kalau dia memang gk ada perasaan sama aku, seharusnya gk usah mbak bilang sama dia tentang perasaan aku,aku kan jadi malu.." kata rini dengan wajah yang kecewa
" ya gak apa-apa lah rin,setidaknya dia udah tau perasaan kamu,begitu pula kamu udah dapat kepastian dari dia,meski gk bisa memiliki." kataku.kami terus mengobrol dan kulihat rini tidaklah begitu kecewa mendengarnya,padahal aku fikir mendengar itu dia akan nangis sepanjang malam ,tp ternyata tidak,mungkin apa yang dia rasakan tidak sedalam perasaanku pada iksan dulu. dan sekarang ini giliranku memikirkan keputusan untuk besok.aku tidak suka pilihan,dan aku sangat tidak suka itu,bagiku pilihan itu menyakitkan dan membingungkan,tapi semua harus di lakukan,demi satu keputusan.
akhirnya aku pun telah memilih satu keputusan yang aku rasa adil dan tepat untuk ku dan mereka berdua, ku putuskan juga malam ini dengan waktu yang bergantian.
****
tanpa terasa malam pun datang,dan ibu juga juna kulihat baru saja pulang kerumah.tak berapa lama mereka mengajak ku untuk menikmati makan malam bersama, dan setelah itu aku mengajakku untuk duduk di teras rumah,juna pun tidak menolak ajakanku.
" tumben.." kata juna
" iya,ada yang mau aku bicarai ..."
" bicara apa?"
" gini jun,aku kayaknya gk bisa lama disini,besok kamu jadi antari aku pulang kan?"
" kenapa gitu ci,kamu gk betah ya di sini ? kamu kan belum sempat belajar buat bakso sama ibuk?"
" bukan gk betah jun,ibu dan adik kamu semuanya baik sama aku,bagaiamana mungkin aku gk betah?"
" jadi,knapa ?" tanya juna,tiba-tiba handfoneku berdering dan ku lihat di layar handfone ku,iksan menelfone,siang tadi ku berikan nomor handfoneku pada iksan dan memang malam ini dia katakan akan menelfone ku,tp seharusnya tidak sekarang,tidak pada waktu aku bersama juna.
" siapa ci? " tanya juna
" teman aku jun," jawabku. aku pun tidak mengangkatnya. ku lihat kearah rumah iksan,dia telah berdiri di depan pagar memperhatikanku,sembari menelfon ku.
" kok gk di angkat ci,kenapa?"
" gak apa-apa,aku lagi mau ngobrol sama kamu.."
" ci,tadi pagi ibu aku bilang,dia senang liat kamu,rini juga bilang begitu,keluarga aku udah senang liat kamu,apa kamu mau nerima cinta aku ? aku benar-benar cinta kamu ci.." kata juna.malam itu dengan keberanian aku pun menjawab pertanyaan juna dan ku ceritakan semua padanya.
" juna,sebelum aku jawab pertanyaan kamu,kamu harus tahu semua nya dulu," kata ku
" maksud kamu? apa yang belum aku ketahui dari kamu?
" jun,jauh sebelum mengenalmu,aku pernah mencintai seorang laki-laki,selama aku berpisah dengannya,aku tutup pintu hatiku untuk orang lain dan aku lebih memilih sendiri tanpa pacar,semua ku lakukan karena besarnya rasa cinta ku untuk dia,aku terus berharap bisa bertemunya,dan sekarang aku udah bertemu dengan dia,di tempat ini karena kamu.."
" siapa ?" tanya juna dengan wajah kecewa
" Iksan,kamu pasti mengenalnya kan? " jawabku,juna terdiam dan melihat kearah rumah iksan dan masih seperti tadi,iksan masih berdiri melihatku.
" dia? " kata juna menunjuk iksan yang bediri di depan pagar rumahnya,aku pun menjawabnya dengan anggukan.
" maafkan aku juna,tidak ada niat sedikit pun untuk menyakitimu,dan tidak ada rasa di hati ku untuk membuat mu kecewa,kamu baik,dan selalu memperdulikanku,hanya saja,aku tidak bisa membohongi perasaanku sendiri.."kata ku,
" tidak usah minta maaf ci,itu hak kamu.." kata juna. aku rasakan kekecewaan hatinya,namun dia tetap tegar dan bisa menerima keputusan ku yang sangat menyakitkannya.
" assalamualikum .. " sapa iksan yang berdiri di depan pagar rumah juna
" walaikumsalam.." sahut juna,
" boleh saya masuk? " tanya iksan
" silakan san,gak apa-apa.. kayak gk kenal aja .. " jawab juna
" terimakasih,maaf saya mengganggu kalian.." kata iksan
" ganggu apa? biasa aja lah.." kata juna
" maaf mas jun,saya mau bicara sebentar sama daneccia,boleh? " tanya iksan
" oh silakan," jawab juna. mendengar jawabannya aku pun merasa heran,dia memang benar laki-laki yang baik dan dewasa,dia tidak pernah memaksaku dan dia selalu mengerti aku.juna pun masuk ke dalam rumahnya dan iksan duduk di kursi yang di tempati juna tadi.
" maaf beribu maaf ci,aku udah lancang nemui kamu di sini.aku mau dengar keputusannya sekarang,sebelum kamu pulang ..." kata iksan.aku tidak menjawab dan ingin rasanya ku bungkam mulut ku agar tidak akan ku keluarkan satu patah kata pun untuk nya,tapi iksan terus bertanya,tidak tahan dengan rasa yang ada di hati ini aku pun memutuskan untuk memberi keputusan padanya.meski berat namun harus ku katakan,agar aku bisa tenang.
"san,dengarkan aku,tidak ada satu orang pun dan sebab apapun yang bisa ngilangi rasa cinta ini untuk kamu,selama betahun ku jaga dan tidak aku biarkan siapapun menyentuhnya.harapan ku telah menjadi
nyata,meski belum sepenuhnya.dan kamu juga harus tahu tentang keresahanku selama ini, kamu dan aku tinggal di kota yang berbeda,kamu baik,kamu tampan dan pintar,tidak akan ada seorang pun gadis yang menolak mu,bahkan banyak yang menginginkan kamu,dan di kampus mu,pasti banyak gadis-gadis cantik yang ingin menjadi pendamping mu,selama ini aku kadang berfikir,mungkin kamu udah punya pacar atau menikah,walau nyatanya apa yang ku fikirkan itu salah,aku takut,saat kita jauh,dan suatu saat ada gadis yang menyukaimu,maka kamu akan meninggalkan ku dengan harapan kosong.."
" jadi kamu gk percaya sama rasa cinta aku ke kamu ? kita sama ci, kita sudah saling menunggu sejak dulu,kita berpisah karena takdir,maka takdir pula yang mempertemukan kita kembali saat ini,apa kamu mau menyia-nyiakan kesempatan kita sekarang ? bukan kah udah ku katakan ,kamu harus bersabar menunggu aku selama tiga tahun ini,maka setelah aku lulus ,aku akan melamar kamu,itu janji yang akan ku tepati.aku percaya sama kamu ci,kamu pasti tau apa yang terbaik untuk kita.."
" iya aku tahu,maka dari itu aku memutuskan untuk sendiri,aku tidak akan memilih kamu,atau juna,dan aku juga tidak akan membiarkan rasa ini hilang,kan ku biar kan perasaan ini terus ada,meski aku tidak pernag tahu,ntah sampai kapan,aku tidak ingin menyakiti siapapun,dan aku juga tidak ingin sakit. tiga tahun bukan waktu yang sebentar,akan banyak hal yang terjadi selama itu,termasuk perubahan,semua pasti akan terjadi.kita tidak akan pernah tahu dimana dan apa takdir kita,dan jika memang kamu takdir ku,maka kita akan bersama ,menjalin harapan kita bersama,tanpa ada yang terluka dan kecewa.." kata ku,tanpa ku sadari aku pun meneteskan air mata.sebenarnya aku tidak ingin berbicara seperti ini,tapi aku harus menghargai juna,meski tak ku biarkan dia memiliki ku.
" kamu bilang kamu tidak ingin menyakiti siapapun dan apa kamu tidak sadar aku sakit mendengar keputusan mu? tapi,apaun yang kurasakan saat ini,aku yakin tidak akan mengubah keputusanmu,dan aku tidak akan memaksa mu untuk menjadi milikku,walau demikian,masih boleh aku mencintaimu ? masih ada satu harapan untuk ku ? " tanya iksan
" harapan selalu ada,dan tidak akan ku larang siapapun untuk mencintaiku,meski kita jalani hari tanpa status hubungan yang jelas,kita masih bisa menjadi dekat dan kita pasrahkan semua takdir kita.." jawab ku.
malam itu setelah ku ungkapkan semuanya,dan betapa aku bersykur mereka masih bisa mengerti aku.
****
pagi ini waktunya aku pulang ke rumah ku,setelah berpamitan pada ibu juna dan rini,aku pun berjalan menuju mobil juna yang ada di depan pagar,sedangkan juna sendiri sudah menunggu ku di dalam.
ku lihat ke arah rumah iksan,tidak ada dia di sana,awalnya aku berfikir apa dia membenci ku ? sampai-sampai dia tidak ingin melihat ku.tapi setelah juna menjalankan mobilnya,dan di jalan yang tak jauh dari komplek itu,tiba-tiba mobil iksan berhenti di depan mobil kami,ku lihat iksan membawa tas kecil di tangannya,iksan menghampiri mobil juna dan memintaku turun,aku tidak segera turun dan ku lihat juna menyuruh ku menemui iksan dan bersedia menungguku.aku pun menemui iksan.
" maaf ,aku udah ngalangi kamu .. aku cuma mau minta sesuatu.." kata iksan
" aku fikir kamu membenci ku.sampai tidak ingin melihat ku lagi.. " kata ku
" itu tidak akan pernah terjadi,aku dari pagi pergi ingin membelikanmu sesuatu agar kamu bisa selalu ingat aku, ini aku belikan kamu sweater,pakailah,agar kamu tidak pernah lupa denganku." kata iksan pada ku,aku menerima pemberiannya dan mengucapkan terima kasih padanya.
" ci,boleh aku memeluk mu,untuk pertama kalinya? " tanya iksan. tanpa berfikir panjang aku yang lebih dulu memeluknya,air mata ku pun mulai keluar,dan kali ini sungguh tidak dapat ku tahankan lagi tangisan ku,pertama kalinya aku di peluk dan kening ku di cium dengan orang ku harapkan selama bertahun-tahun.
setelah lepas pelukan itu,iksan mengantarkan ku kembali kemobil juna.
" mas,tolong jaga daneccia,saya sangat mencintainya,maafkan saya jika ini menyakitkan. " kata iksan, juna mengangguk.
*****
sejak hari itu,perasaanku menjadi tenang,hubungan ku dengan juna berjalan seperti biasa,meski aku tidak menerimanya,dia masih tetap bersikap sama seperti dulu padaku,dan hubungan ku dengan iksan,hanya berjalan melalui udara,dia terus menghubungiku,mengajak ku bercanda lewat telfone,dan tidak ku pungkiri harapanku semakin bertambah padanya.
*****
Tahun yang telah berganti dan tepat tiga tahun yang ku jalani sejak bertemu iksan dua tahun lalu. sejak iksan mengabarkan kelulusannya,seminggu setelah itu iksan tidak pernah menelfon ku dan mengirim pesan padaku,setiap ku hubungi handfonenya selalu tidak aktif,rasa kecewa mulai ku rasakan.dan penyesalan juga sempat datang,mungkin dia sudah ada pengganti ku disana,dan aku tidak ada alasan untuk marah,dan jika benar itu terjadi itu hak nya,karena hubungan kami bukan sepasang kekasih.
malam itu dengan suasana hati yang masih kecewa,aku berusaha mengubur dan manjauhkan fikiran tentang iksan dari benak ku,ku ambil sweater pemberiannya dan berniat menyimpannya di gudang,namun sebelum ku lakukan itu,aku bergegas untuk membuat secangkir teh dan selesai ku buat,tiba-tiba seseorang mengetuk pintu rumahku,saat ku bukan,betapa kagetnya aku ,yang kulihat berdiri di depan pintu rumah ku adalah iksan dengan wajah yang bersih,perubahan potongan rambutnya dan senyum yang manis dia membawakanku coklat dan memberikanku boneka yang lucu,masih tidak percaya dengan apa yang kulihat,sampai aku hanya berdiri melihatnya.
" boleh aku masuk? " tanya iksan pada ku
" iya boleh..silakan" kata ku dan tetawa,perasaan kesal dan benci seketika lenyap yang ada hanya perasaan senang yang luar biasa.saat dia duduk,ku sugukan segelas teh hangat untuknya,
" cuaca di luar cukup dingin,minum teh hangat lebih baik.. " kata ku dan meletakan gelasnya di atas meja
" terimakasih " kata iksan
" kamu,selama ini kemana? kenapa tidak ada kabar,aku fikir kamu udah punya pacar disana." kata ku
" udah ku katakan,tidak akan pernah,handfone aku hilang,jadi aku pakai nomor handfone baru dan nomor kamu ada di hp yang lama,aku gk hafal jadinya gk aku kabari,dan aku juga berniat mau ngasih kamu surprise,aku udah yakin kamu pasti beranggapan aku lupai kamu.."
" iya.."
" aku cinta sama kamu,aku sungguh-sungguh dengan perasaan ku,sekarang,kamu mau jadi pacar dan istri ku ?" tanya iksan dan memberiku sebuah cincin. aku pun tersenyum mendengarnya, ku anggukan kepala ku dan iksan memasangkan cincin di jari manisku,iksan menepati janjinya,tepat tiga tahun dia datang melamar ku.dan besok dia akan ku kenalkan pada orang tuaku.orang tua ku sangat menyayangi ku,mereka selalu mempercayai keputusan ku dan tidak akan pernah menyakiti aku dengan melarangku meninggalkan kebahagiaanku,begitu pula dengan orang tua iksan,jauh sebelum itu iksan berkata padaku,bahwa ibunya selalu mendukungnya asalakn itu yang terbaik untuknya.
Kisah yang sempat tertunda dulu,dan rasa yang terus mekar karena harapan yang besar kini menjadi kenyataan yang membahagiakan,semua karena takdir tuhan,dan saat harapa menjadi nyata,maka rasa bersyukur yang luar biasa terus terucap.kebahagiaan terus terjadi dan semoga ini selamanya .
-Selesai -

Tidak ada komentar:
Posting Komentar