Rabu, 26 Desember 2012

Masih Untuknya

      


       Oleh : Ecca puspita

      Sudah dua jam aku duduk di bawah pohon yang berada di depan rumah baruku,sambil menikmati langit yang penuh dengan bintang di malam ini,dan angin yang berhembus cukup kencang.ku sandarkan tubuhku di pohon yang berdiri tegak di tempat itu,sambil ku pegang sebuah foto ,foto aku dan surya teman baik ku sewaktu kecil dulu.enam tahun lalu,sewaktu aku masih tinggal di belitung surya satu-satunya teman baik ku pada saat itu,kami bertetangga dan ayah ibunya sangat baik pada keluarga ku,sejak sd dan sampai smp kami bersekolah sama namun,ketika kenaikan kelas,neneku ku meninggal dunia dan sebelum meninggal almarhuma nenek ku meminta kami untuk menempati rumah nya yang berada di medan.ayah ku mengajak kami untuk pindah,dan sewaktu aku pindah ayah ku meminta surya untuk berfoto bersama ku di depan rumah ku dulu.aku menyukai surya yang tampan dan pintar ,tp karena usia kami masih kecil,kami tidak bisa menentang larangan orang tua kami yang melarang anaknya berpacaran sebelum lulus sekolah.
sebulan berlalu setelah kami pindah,aku mendengar ibu surya menelfone mamaku dan mengabarkan bahwa ayah surya meninggal dunia.dan setelah itu tidak pernah kami dengar lagi kabar dari mereka sampailah pada saat ini.selama ini aku selalu merindukannya,ingin bertemu dengannya,namun aku tidak berani untuk pergi sendiri ke belitung menemuinya,tp ntah kenapa malam ini rasa rinduku menggebu padanya,hingga tak bisa ku tahankan lagi.aku berniat ingin menemuinya,tp bagaimana mungkin,sedangkan ayah selalu melarangku untuk pergi jauh sendirian,apa lagi harus ke belitung.ayah pasti tidak akan memberiku izin.
*****
 "soraya.. kamu sudah bangun? cecilia datang tuh.." kata ibu dari luar kamarku,
" iya buk,suruh kesini aja.. " sahut ku.cecilia pun menemuiku,cecilia adalah sahabat baik ku.
" aia,kita kan libur,besok aku mau kerumah nenek ku,kamu mau ikut gk ?" ajak cecil padaku
" gk akh,lagi males kemana-kemana..."
" yakin gk mau ikut,di sana pantainya bagus-bagus loh.kita kan bisa foto-foto..." kata
" emang dimana rumah nenek kamu ?" tanya ku
" di belitung? " jawab cecil.."jawab cecil.mendengar jawabannya aku benar-banar kaget,dan dengan segera ku terima ajakan cecil,semua demi tujuanku bertemu surya.
malam harinya dengan susah payah aku meminta izin pada ayah dan ibu,awalnya mereka melarang,tp karena aku terus memohon dan berjanji tidak akan lama,akhirnya ayah dan ibu mengizinkan ku untuk pergi,

  keesokan harinya aku dan keluarga cecilia pergi bersama ke belitung,setelah kami sampai di rumah nenek cecilia,aku mengajaknya untuk keluar,dengan mengendarai speda milik adik sepupunya,aku dan cecil mulai menjelajahi kota itu,tak banyak yang berubah dari kota itu,dan aku masih mengenal jalan-jalan yang dulu sering ku lalui bersama surya.
" kamu kayaknya udah hafal betul ya jalanan yang ada disini.. emang kamu pernah kesini ya?" tanya cecil
" ahahah,dulu aku pernah tinggal di sini cil,sejak sd dan smp," jawabku
" apa ! kamu kok gk pernah bilang sama aku ? mmm,curang kamu ya,padahal niat aku,aku yang mau mameri kota  ini sama kamu,tapi ternyata kamu yang lebih tahu.. " kata cecil, aku pun tertawa,
" cil,kerumah teman aku yuk.." ajak ku,cecil tidak menolaknya. ku telurusi jalan dimana aku dulu bermain bersama dengan surya.sesampainya di depan rumah surya,ku ketuk pintunya. namun bukan surya atau ibunya yang ku temui,tapi seorang wanita separuh baya.
" selamat siang bu,apa suryanya ada?" tanya ku
" surya,surya siapa? maaf nak di sini tidak ada yang namanya surya.." jawab ibu itu
" tapi bu ini rumahnya ibu neli kan ? "
" oh.. iya kalau itu benar,ibu neli sudah pindah,dan saya yang membeli rumah mereka,"
" pindah? sejak kapan bu? "
" sejak empat tahun lalu .."
" oh.. jadi sekarang apa ibu tau mereka tinggal dimana? " tanya ku
" maaf nak,saya tidak tahu.." jawb itu.
" oh,yasudah,terima kasih ya bu" kata ku dan ku putuskan untuk pergi.
di perjalanan aku terus memikirkan semuanya,kenapa pada saat aku ada kesempatan ingin bertemu tuhan tidak mengizinkan nya? kenapa tuhan begitu tega padaku,dimana lagi aku harus mencari nya.dengan hati yang kecewa aku tetap mengayuh laju sepedaku,aku berharap jika dia masih tinggal di kota ini,maka aku dan dia akan di pertemukan. ku bawa cecilia melihat sekolah ku dulu dan ku lihat warung pak sugi masih berdiri tegak di depan sekolah itu.
" cil, ini sekolah ku dulu.. dari sd sampai smp aku bersekolah di sini,gurunya baik-baik semua.. " cerita ku
" oh.. seneng dong .. " kata cecil.selesai itu aku masih membawa cecil berkeliling dan ku lihat ada toko kue yang saat aku tinggal di situ aku tidak pernah melihat toko kue itu,karena perut merasa lapar,aku dan cecil berniat mencoba kuenya.kami memilih duduk di bangku pojok yang memang terlihat lebih nyaman dari letak bangku yang lain.sambil menikmati kue,seorang laki-laki bertubuh tinggi dan sedikit kurus masuk kedalam toko itu,duduk tepat di samping bangku kami dan menikmati sepiring roti sambil mendengarkan musik dan menggunakan headset di  telinganya,laki-laki itu tidak memandang kekiri dan kekanan.laki-laki itu mencuri perhatianku dan aku sempat kaget saat melihat luka bekas jahitan di dahinya,luka itu seperti luka yang ada di dagu surya dulu.
" ya tuhan ,apa dia surya? " gumam ku,namun hatiku tidaklah begitu yakin,hingga ada seorang temannya yang datang ke toko itu dan memanggil namanya dengan sebutan surya. maka saat itu aku yakin bahwa dia surya yang ku cari.tanpa rasa segan ku hampiri dia,
" surya pratama.." panggil ku,
" iya,kamu siapa? " tanya nya dan melihat ke arahku
" gk kenal lagi sama ku? " kataku,sejenak dia memperhatikanku,
" aia.. " kata surya,aku mengangguk dan tersenyum,surya pun berdiri dan memeluk ku
" oh tuhan,kamu sama siapa kesini ? udah lama gk ketemu kamu... " kata surya padaku,aku pun mengenalkan cecil pada surya.dan surya mengenalkan temannya padaku,kami duduk di satu meja, banyak pertanyaan yang di lontarkan surya padaku,semua tentang keluarga ku dan surya juga menceritakan kehidupannya sejak ayahnya meninggal dunia,dan yang paling mengejutkan ternyata surya bekerja di medan,meski baru dua bulan,dia datang ke sini juga dalam rangka liburan dan menjenguk ibunya.
***
    siang itu surya mengajak aku dan cecil untuk kerumahnya,ku lihat ibu surya yang masih terlihat cantik meski sudah semakin tua,ibunya meminta ku untuk menelfon mama ku di medan,mereka pun becanda gurau lewat hanfone,ibu surya menyuruhku untuk menginap di rumahnya,dan kembali ke medan bersama surya.aku ingin berkata iya,tp tidak semudah itu,karena aku harus meminta izin pada keluarga cecil,karena mereka yang membawa ku kesini.
" cil.. bagaimana menurut kamu ? "tanya ku,aku pun mencoba berbicara pada cecil
" yaudah terserah kamu aja.. kalau kamu mau melepas kangen sama keluarga surya,lakui gak apa-apa kok,soal papa,nanti aku  yang bilang.. " jawab cecil dan tersenyum.
cecil memang sahabat ku yang paling baik dan sangat mengerti aku.aku tidak menolak permintaan ibunya surya,dan malam itu aku beristirahat di rumah surya dan bersama surya juga.
malam pertama setelah sekian lama aku tinggalkan kota itu,surya mengajak ku untuk jalan-jalan,
kami berdua melewati jalan yang dulu kami jalani bersama sewaktu pulang sekolah,mengenang masa lalu lebih indah dari pada apapun saat ini.sepulang berjalan-jalan ,kami duduk di depan kolam ikan rumah baru surya,
" surya.." sapa ku
" iya..." sahutnya
" kamu udah punya pacar sekarang ? " tanya ku.surya tidak menjawab dan hanya memberi makan ikan-ikannya.meski dia belum menjawab,tp aku sudah merasakan kekecewaan yang akan ku dapati setelah dia menjawan bahwa dia sudah mempunyai pacar.meski begitu aku harus mendapat jawabannya agar lebih pasti dan ada alasan untuk ku agar tidak mengharapkannya lagi.
" sur.. kok diam ?"
" ada.." jawab surya,mendengar jawabanya rasa kecewa benar-benar kursakan saat ini,namun aku harus bisa menerima.
" oh.. bagus deh," kata ku dan tersenyum tipis.
" kalau kamu ? "tanya surya
" gk ada..sur,jika kamu hanya menganggap cinta kita dulu hanya cinta monyet,tidak apa-apa,tapi saat ini aku hanya mau kamu tahu,bahwa semua sangat berarti  untuk aku sampai saat ini." jawabku ,surya tak meneruskan pertanyaannya dan seketika suasana menjadi hening.
ku coba bertanya-tanya pada surya tentang pacarnya,meski hati ku kecewa.
" pacar kamu pasti cantik ya.." kata ku
" iya,dia cantik dan baik,mama ku juga suka sama dia,"
" mama kamu udah kenal sama dia? "
" bukan hanya dia,keluarga kami juga udah saling mengenal sejak lama.."  kata surya,mendengar itu semua rasanya ingin saja aku melompat dari gedung tinggi,seperti tidak ada harapan apapun lagi untuk bisa memilikinya.tapi aku harus berusaha mencoba untuk tetap tegar.
" kapan-kapan kenali aku sama dia ya,aku pengen kenal..." kata ku berpura-pura manis demi menutupi hati ku yang hancur.
" jangankan kapan-kapan,sekarang juga bisa aku kenali pacarku sama kamu..." kata surya,aku pun terdiam dan melihat kearah surya,belum sempat ku menjawab
" sebentar ya,tunggu sebentar aku kenali kamu sama bidadari ku.. " kata ku surya dan beranjak pergi.
" ya tuhan... ini benar-benar musibah ! kuat kan aku.." kata ku.selang beberapa menit surya pun datang dan memberi ku sebuah kaca,aku pun bertanya-tanya dalam hati,untuk apa kaca ini dia berikan padaku.
" mana pacar mu ? " tanya ku
" lihat gadis ini,dia lah bidadari ku,dia pacar ku sejak kecil.. " katanya sambil memperlihatkan kaca itu di depan ku,mendengar ucapannya rasa untuk melompat dari gedung sepertinya akan ku urungkan,kali ini ingin rasanya aku melompat-lompat di depannya,semua karena rasa senang ku yang mengetahui bahwa surya masih menganggap ku sebagai pacarnya.dan ternyata cinta ku tidak bertepuk sebelah tangan, aku fikir dia hanya menganggap cinta kami hanyalah sebeatas cinta monyet,tap ternyata fikiran ku salah.
aku pun tersenyum,surya memelukku.saat itu kami putuskan untuk menjalin lagi hubungan yang sempat tertunda.tidak pernah terfikir oleh ku semua akan berakhir seindah ini,sempat tinggal di satu kota,berpisah dan tinggal di kota lain,pada akhirnya bertemu di kota pertama cinta itu ada,sangat bahagia rasanya,bertemu dengan orang yang di cinta di tempat dimana cinta itu tercipta.banyak hal yang telah di lalui meski tidak berdua,namun akhirnya masih bisa bersama seperti ini.rasa cinta yang tercipta untuknya,meski bertahun tak terjamah kini masih untuk dirinya dan itulah cinta,selalu penuh kejutan

                                                                                                    


                                                                    -selesai-






Selasa, 25 Desember 2012

Satu Harapan

                              

   Oleh : Ecca Puspita

      Siang itu hujan begitu deras,langit yang mendung membuat ku merasa ingin tertidur saja,tapi itu bukan lah hal yang tepat karena masih ku ingat begitu banyak tugas kantor yang harus ku kerja kan di rumah. dengan di temani segelas teh hangat,perlahan ku selesaikan lembar demi lembar tugas ku,dan akhirnya semua selesai dalam hitungan waktu yang cukup lama.ku rapikan meja kerjaku setelah itu aku pun segera menuju kamar ku,ku lihat dari arah jendela,hujan belum berhenti meski hari sudah sore.
ku baringkan tubuhku di atas kasur di kamarku,ku tatap awang-awang rumah ku,dan entah kenapa terlintas di benak ku,bayangan iksan seseorang yang dulu pernah mengisi hati ku namun belum sempat menjadi milikku.kedekatak kami sudah terjalin sejak kami duduk di bangku SMP dulu,sampai kami SMA dan lulus,setelah itulah,kami berpisah.dulu aku sangat mencintainya karena sifatnya yang baik pada ku,dan sampai saat ini,meski sudah lebih dari 3 tahun aku tidak bertemu dengannya perasaan itu masih ada.
*****
   Alaram di handfone ku berdering dan membangunkan kau dari tidurku.ku lihat jam di handfone ku telah menunjukan pukul 22.00 wib.aku pun segera bergegas untuk membersihkan tubuh ku yang bau dan lengket akibat keringat,selesai mandi dan selesai memakai pakaian,aku lihat di luar hujan telah berhenti,namun suasana dingin masih sangat terasa.ku tutup jendela kamar ku,dan aku pun keluar kamar untuk menutup jendela rumah.suasana rumah begitu sepi ,maklum aku hanya tinggal sendiri di rumah milik paman ku ini,sedangkan ayah dan ibu ku tinggal bersama adik perempuanku di kampung.aku memilih untuk mandiri karena letak kantorku dengan rumah yang di kampung sangat jauh.
tiba-tiba perut ku terasa lapar dan saat ku lihat stok mie instan di dalam laci,semuanya habis.
aku pun memutuskan untuk keluar dan membeli makanan di supermarket terdekat dari rumah ku.
belum sempat aku bergerak,ku dengar suara kertukan pintu di luar.saat ku buka ternyata juna,teman sekantor ku datang.dia sangat peduli pada ku.juna juga laki-laki yang humoris dan pintar.
"malam ci .. "sapanya pada ku
"loh.. ada apa ni? kok tumben datang malam-malam ??" sahutku
" iya tadi aku dari rumah tanteku,rumahnya gk jauh dari sini,ya aku mampir aja... maaf ya kalau aku ganggu kamu.." kata juna
"heheh,ganggu sih enggak jun,cuma aku baru mau keluar,mau beli makanan,baru bangun soalnya stok mie instan habis lagi.."kata  ku
"wah..kebetulan aku juga belum makan,yuk cari makan sama aku .." ajaknya. Tanpa berfikir panjang aku pun menerima ajakan juna.selasai itu juna mengantarkan ku kerumah.
" udah malam ci..aku pulang dulu ya .." kata juna
" iya jun,makasi banyak ya .."
" sampai ketemu besok di kantor ya ci.. " kata juna.
****
  keesokan harinya sepulang dari kantor juna berniat ingin mengantarkan ku pulang kerumah,niat baik juna pun tak pernah ku tolak.
" ci.. kamu suka coklat? " tanya juna
" suka dong jun,kenapa emangnya??" tanya ku.
" makan coklat yuk,di warung coklat di dekat rumah aku,mau ??" tanya juna
" mau jun,mau ..." jawabku.
sesampainya di sana ,begitu banyak pilihan coklat yang terlihat lezat,aku pun mencoba salah satu menunya  dan itu pilihan juna. tidak salah apa yang di sukai juna cocok dengan seleraku.
" jun,sumpah enak banget... "kata ku
"  kamu suka?"
" banget jun ..ahahah " kata ku.juna tersenyum dan memandangiku.
" kenapa ?" tanya ku
" kamu cantik ci.." jawabnya
" emang,semua orang udah pada tahu kok..hihihihih " kata ku.
" ahahahaha ..terus geer tuh ... " kata juna dan menarik hidungku.aku pun tersenyum.
" ci,kamu udah punya pacar ?" tanya juna
" keliatannya?" jawan ku
" mana aku tau,mana tau di kampung,kamu ada pacar..."
" eheheh gk ada jun,kenapa?" tanyaku
" kamu mau jadi pacar aku ci?" jawab juna. jawaban juna mencengangkan ku,sejenak aku pun terdiam.
" jawab dong ci.." kata juna
" jun,maaf ya aku belum mau pacaran,lagi pengen sendiri .. maaf ya.."jawab ku.
" iya gak apa-apa ci,aku akan tunggu kapan kamu mau.." kata juna.
" makasi ya jun atas pengertiannya.. " kata ku,juna pun tersenyum.selesai makan coklat,kami bergegas pulang.Sesampainya dirumahku.aku segera menuju kamarku dan beristirahat.
seperti biasa,aku selalu tertidur dan bangunnya pada waktu malam.aku terbangun karena mendengar ketukan pintu rumah ku,ku lihat dari arah jendela,arjuna telah berdiri menunggu ku di depan pintu.
" jun .. udah lama? maaf ya aku tadi tidur,jadi gk langsung dengar kamu ketuk pintu.." kata ku
" iya ci,gak apa-apa... pasti kamu belum makan kan ?"
" iya jun,kan baru bangun.."
" ni aku bawai kamu makanan,bakso urat..kamu suka kan?" tanya juna
" jun,kamu tau aja ya.kesukaan aku .."
" ci,apa gunanya aku bilang aku cinta,kalau aku gk tau tentang kamu? bukan hanya itu aja,kita kan udah berteman lama,jadi aku pasti tau tentang kamu,walau gk banyak.." kata juna,
" iya..yaudah yuk masuk..." ajak ku.setelah juna duduk di ruang tamu,aku pun membuatkannya segelas teh hangat,dan sama-sama memakan,makanan yang di bawanya untuku.sehabis makan,kami berdua memutuskan untuk duduk di teras dan mengobrol.
" ci,besok kan kita uadh libur kerja,kamu mau ikut aku kerumah ku gak ? ketemu sama ibu ku,kami di kampung bukan jajanan bakso,ibu aku pandai banget buat bakso.mana tau kamu mau belajar sama ibu aku.." ajak juna
" aku? ikut ke kampung kamu? ketemu ibu kamu ?" kata ku,
" iya ci,kamu gk usah takut,aku ada adik perempuan kok disana,nanti kamu bisa tidur sama adik aku dan soal status,kalau ibu aku tanya,aku gk akan bilang kita pacaran,karena aku sama kamu masih teman kan." kata juna.juna memang hebat,dia seperti tahu apa yang ku rasakan dan fikirkan.
aku pun tidak menolak ajakan juna,dan tujuan ku hanya ingin berlibur di kampung nya.
***
   pagi pun kembali datang,kali ini aku bangun lebih pagi dari sebelumnya,dan segera ku siapkan kebutuhanku selama aku disana nanti.selesai bersiap-siap,ku dengar juna membunyikan klakson mobilnya dan dengan  membawa barang bawaan ku,aku menuju mobil juna.
" sudah? " tanya juna, aku mengangguk dan juna mulai menjalankan mobilnya.selama di perjalanan kami terus mengobrol,perjalanan ke kampung juna cukup jauh,memakan waktu kurang lebih 6 jam. selama di jalan kadang aku tertidur dan tanpa ku sadari kami telah sampai di kampung juna,rumah juna terletak di daerah perumahan yang cukup mewah di kampung itu dan saat ku lihat,sempat terlintas di benak ku,apa juna berbohong dengan ucapannya,bahwa ibu nya seorang pembuat bakso?sementara di daerah sini sangat bersih dan tidak ada warung bakso,apa lagi pabriknya.
" buk...ini daneccia,teman sekantor juna.." kata juna memperkenalkan ku dengan ibunya.
" saya daneccia buk," kata ku dan mencium tangan ibu itu
" oh..iya,ayo masuk nak.. " ajak ibu itu.aku pun mengikuti mereka masuk dan duduk di ruang tamu.
" buk,daneccia ini mau minta ajari ibu buat bakso,soalnya dia suka banget makan bakso buk.." kata juna
" bener,kamu mau ibu ajari buat bakso ?" tanya ibu itu pada ku
" heheh,iya buk,kalau enggak keberatan.." jawab ku
" yaudah,kamu istirahat aja dulu,besok kita ke pabriknya.. " kata ibu juna
" terima kasih sebelumnya buk,"
" assalamualaikum.." sapa seorang wanita memakai seragam SMA dari depan pintu,
" walaikumsalam.. baru pulang rin?" tanya juna
" mas juna,wah.. kok gk ngabari mau pulang?" tanya rini.
" iya mas,mau buat kejutakan,oia.. ini teman mas.. namanya dhaneccia" kata juna memperkenalkan ku
" ini rini adik perempuan saya ci.."
" cantik ya.. ehhe" kata ku
" mbak bisa aja," jawab rini
" rin,sementara mbak ini di sini,dia sekamar dulu sama kamu ya..." kata ibu juna
" iya buk,enggak apa-apa.. malah rini senang ada teman. " kata rini.
" yaudah rin,ajak mbak ini istirahat.." kata juna. rini langsung mengajak ku untuk beristirahat di kamar nya.
" ini kamar rini mbak,berantak kan ya mabk,ehehe..." katanya
" gak kok,kamar mbak juga kayak gini,sering berantakan,"
" tadi pagi rini buru-buru berangkat sekolah,jadi gk sempat beresi.." kata nya,dan membuka jendela kamarnya.aku lihat dia terpaku di depan jendela itu sembari menatap keluar kamar.
" rin .. kamu liat apa? " tanya ku
" akh,gak apa-apa mbak ..." jawab nya
" oh.." kata ku tersenyum.
" mbak,udah mau magrib ni,rini mandi duluan ya.. udah gerah juga.." katanya.selang beberapa menit selesai rini mandi,aku pun segera mandi juga. dan selesai aku mandi. adzan magrib pun berkumandang.
rini mengajak ku solat berjamaah di rumah mereka,juna,ibu dan mbak iyem pembantu rumah tangga mereka telah menunggu kami di ruang solat.namun tak kulihat ayah mereka.
selesai kami lakukan solat berjamaah,kami pun segera menuju ruang makan dan menikmati makan malam.
ada menu bakso bakar di atas meja,rasanya tidka sabar aku ingin memakannya,namun karena belum di persilahkan,aku pun tidak berani mengambilnya.
" sudah kumpul semua? ayo ci silakan di makan " kata juna.
" ini bakso bakar dengan bumbu yang spesial mbak.. resep dari alm.ayah.." kata rini padaku
" iya terimakasih " kataku dan tersenyum
oh.. jadi ayah mereka sudah meninggal.." gumam ku. kami segera menikmati makan malam,perutku terasa kenyang dan ingin sekali ku rebahkan badanku di tempat tidur.aku pun bergegas masuk kekamar dan tak berapa lama rini menyusulku.sembari berbaring di sebelah ku,rini mengajak ku mengobrol.
" mbak,mbak pernah suka sama cowok gk ?" tanya rini
" ya pernah lah rin..mbak kan cewek... " jawabku
" kalau memendam cinta sama cowok? pernah? " tanya rini lagi, mendengar pertanyaan rini,yang tersirat di benakku hanya rasa cinta ku pada iksan saja,karena dia sampai saat ini belum ada seorang laki-laki pun mengisi hati ku.
"mbak kok diam aja??" kata rini
" eh..iya..pernah rin,emang kenapa? " tanya ku
" gini mbak,dari rini Sma kls I sampai sekarang rini suka sama cowok,dia baik,rajin dan ganteng mbak.."
" terus.."
" iya,rini mau ungkapi tapi rini takut dia marah..."
" sikap dia sama rini gimana?apa nunjuki kalau dia juga suka sama rini ? "
" kalau itu,rini liat dia biasa-biasa aja mbak,cuma kalau dia pulang kuliah,dia selalu ajak rini pulang bareng,kampusnya kan di sebelah sekolah rini.tp mbak kadang rini juga berfikir,apa mungkin dia bersikap kayak gitu karena kami satu komplek ya?"
" satu komplek? loh..berarti rumahnya daerah sini juga dong..."
" iya mbak.. tadi siang rini waktu buka jendela liati dia lagi nyuci mobilnya di depan rumahnya..."
" oh..yang kamu bengong itu,ternyata kamu lagi mandangi pujann hati toh.. hehehe.."
" eheheh iya mbak..besok deh rini kenali ya,namanya iksan..dia baik dan pendiam,gk neko-neko,pinter lagi" kata rini.mendengar ucapan rini jantungku pun berdetak.
" ya tuhan,kenapa sifatnya sama dengan iksan yang ku kenal? apa mungkin? akh,tp mana mungkin bisa seperti yang ku fikirkan.." gumam ku.
*****
  malam tlah berlalu,rasa lelahku pun tlah hilang, hari ini semangat ku begitu besar,karena ibu juna menjanjikan ku untuk mengajarkan aku membuat bakso.
saat aku terbangun dan selesai mandi,ku temui mereka,dan sama seperti rumah ku,suasana rumah ini begitu sepi saat pagi datang.aku pun berjalan menuju terasa rumah dan ku hirup sisa-sisa udara yang masih segar. kupandangi satu persatu bentuk rumah yang indah itu dan tak berapa lama melintas sebuah mobil sedan silver dan berhenti di depan rumah yang tak jauh dari rumah juna,betapa kagetnya aku,saat ku lihat  iksan yang keluar dari dalam mobil itu.
" iksan...dia ada disini? dia yang di maksud rini ? melihat ini apa aku harus senang? tau aku harus sedih?" gumamku.
" udah bangun?" tegur juna yang tiba-tiba mengagetkan ku.
" juna,udah jun .."
" loh..kok kayak kaget gitu? "
" habis ngeliat apa?"
" ngeliat ? gk,gk kok gk liat apa-apa..."
" yaudah jadi gk belajar buat baksonya? ibu udah lebih dulu disana.."
" iya,"
" yaudah yuk.." aja juna,aku pun mengikutinya. di perjalanan,otak ku tidak bisa berhenti berfikir,bagaimana mungkin aku bisa bertemu iksan.sementara sudah bertahun aku tidak tau dimana dia,bagaimana mungkin bisa kebetulan seperti ini ? apa aku berjodoh dengan nya?.
" kita sudah sampai ci,ini pabrik ibu ku.." kata juna dan mengajak ku mengelilingi pabriknya
" juna.." tegur ibunya
" buk,"
" dhaneccia,sini lihat mereka  membuat baksonya,kalau kamu mau mencoba untuk membuatnya silakan .. gak apa-apa.." kata ibu juna
" iya buk,nanti saja.. " kata ku . ntah kenapa semangatku jadi turun,fikiran ku kembali memikirkan iksan.
." kamu kenapa ci.. kok diam aja?" tanya juna
" aku lagi gk enak badan jun.." jawabku
" yaudah,kamu aku antar pulang ya,kamu istirahat aja di rumah,aku mau bantu ibuk ya.."
" iya jun,terima kasih .." kata ku.juna mengantarkan ku dan sesampainya di rumah ku baringkan tubuhku,
aku merasa senang dengan sikap juna,yang selalu memperhatikanku.tp bagaimana pun aku tidak bisa membohongi perasaan ku,kalau yang kucari hanya iksan.rasanya aku ingin bertatap muka dengan iksan.tapi bagaimana mungkin ? aku di sini hanya pendatang,dan juna mempunyai perasaan pada ku,bagaimana mungkin,jika aku menemui iksan,maka hati juna akan hancur,bukan hanya juna saja,tapi adiknya rini pasti akan membenci ku.saat ini kebimbangan berkecamuk di fikiran ku.
dengan hati resa aku pun berniat duduk di teras rumah juna, dan tak berapa lama ku lihat iksan keluar dari dalam rumahnya dengan mengendarai mobilnya,iksan mengehntikan mobilnya dan keluar dari dalam mobil saat melihatku.
" daneccia...kamu daneccia kan ? " tanya iksan,aku pun menghapirinya
" iya.." jawab ku.ternyata dia masih mengenaliku.
" kamu,kenapa bisa ada disini?"tanya iksan padaku
" aku..mmm.. ini rumah teman ku.. " jawabku
" siapa teman kamu ? Rini? atau Juna? "
" juna.." jawbku
" teman atau pacar kamu ? "
" teman sekantorku.."
" oh..aku mau beli kue untuk mama,kamu ikut yuk.. " ajak iksan
" ikut? kamu ajak aku ? "
" iya..sekalian kita ngobrol,udah lama gk ketemu.."
" tapi..aku .." kata ku dan menghentikan perkataanku,ya tuhan cobaan apa lagi ini,dia mengajakku,bagaimana jika juna pulang nanti ?
" ci.. ayolah,sebentar aja.. nanti aku yang bilang sama juna.. ok "
" baik lah.." kata ku. aku menerima ajakan iksan,sepulang membeli kue,iksan mengajak ku duduk di sebuah warung makanan yang cukup indah dan sejuk dengan pemandangan yang indah pula.
" ci,kita makan dulu ya," ajak iksan.aku pun tersenyum
" ci..ini takdir,tuhan mempertemukan kamu dan aku di sini,saat ini,dan di tempat ini,setelah lama kita berpisah,dulu sewaktu aku lulus,aku sempat cari alamat kamu sama teman-teman,tapi mereka bilang kamu udah pindah.aku pun putus asa .yaudah aku ikut mamaku ke kota ini.aku cinta kamu ci,sejak dulu,tp karena aku lihat banyak cowok yang deketi kamu,aku pun merasa gak pantes sama kamu." kata iksan menjelaskan padaku. mendengar ucapan itu,hati ku pun menjadi semakin tidak menentu.berarti apa yang ku rasakan selama ini dia juga merasakannya.aku pun terdiam saat mendengar ucapannya.
" ci.. kenapa diam aja ? ada yang salah dengan ucapan ku ? " tanya iksan
" gk kok,gk san.. " jawabku
" jadi kenapa diam aja? "
" iya,maaf aku cuma bingung aja.."
" bingung kenapa? "
" dulu,banyak harapan untuk mu,dekat,becanda bersama ,bolos sekolah sama-sama,itu hal yang paling indah yang ku lakui selama hidup ku dengan kamu,kamu tau kenapa? "
" kenapa? "
" karena rasa cinta ku yang udah tumbuh sejak dulu,ku tahan kan semua dan memilih untuk diam saat kamu tidak memberiku satu tanda pun kalau kamu mencintai aku,seharusnya aku tidak pantas seperti itu,dan kenapa tidak sejak dulu ku ungkapkan rasa di hati ku padamu,tp itu lah aku,aku masih mementingkan gengsi ku,sampai saat ini,jujur,aku masih berharap bertemu kamu setiap hari,menghabiskan waktu berdua,tp bagamana mungkin ? jarak kita jauh ,setelah hari ini,besok aku akan kembali kerumah ku. "
" ci,jarak bukan lah masalah,dan jarak juga bukan alasan untuk kamu jauhi aku,kita punya handfone,kita bisa berkomunikasi setiap saat,dan jika kamu mau bersabar,setelah aku lulus kuliah,aku lamar kamu,kita menikah dan hidup bersama.. tapi tunggulah 3 tahun lagi.."
" bukan itu masalahnya,tapi lihat posisi aku,kamu pasti mengenal rini kan? dia pernah bercerita pada ku,dia mencintaimu dari pertama dia mengenalmu,dan juna,juna juga mencintaiku iksan ! hanya saja aku belum menerimanya,semua karena masih besarnya harapanku bertemu kamu,tapi aku tidak ingin menyakiti hati adiknya,mereka baik padaku,dan rini pasti akan sakit saat dia mengetahui yang sebenarnya..aku juga tidak akan memikirkan perasaanku sendiri,dan kamu tahu itu.. "
" aku tidak pernah tau kalau rini mencintaiku,dan sikap baik ku padanya karena aku telah menganggapnya sebagai adik ku sendiri,dan soal juna,itu semua tergantung kamu, dan pilihan hati kamu.aku juga gak akan memaksa kamu untuk menerima aku,dan aku cuma mau kamu tau,besarnya rasa cintaku dulu membuatku tidak pernah berubah untuk menunggu mu,sampai detik ini."  kata iksan kepada ku,iksan memegang tangan ku dan menatapku,kebimbangan semakin ku rasakan.
" begini san,beri aku waktu,semua akan aku putuskan besok,sebelum aku pulang.. "
" iya ci,aku ngerti,"
" aku mau istirahat san,antar aku pulang ya .." kata ku
" iya ,yuk.." mendengar ucapanku,iksan langsung mengantarkan aku pulang dan sesampainya di rumah,iksan menghentikan mobilnya dan ku lihat rini sedang menyapu halaman rumahnya.
" mbak .. loh..kok bisa sama mas iksan? " tanya rini
" iksan ini teman lama saya rin,kebetulan ketemu di sini.." jawabku
" oh...hehehe.."
" maaf saya pamit pulang dulu ya," kata iksan
" iya..thanks ya san.. " kata ku
" loh,mas iksan gk mampir dulu ?" sambut rini
" gk rin,makasi..mas mau buru-buru.." jawab iksan.
setelah iksan pulang,aku dan rini juga ikut masuk kedalam rumah,aku pun langsung berbaring di ranjang mpuk milik rini.dan tak berapa lama kemudian rini menyusulku dan membawakanku segelas minuman segar.
" mbak,kok bisa ya,kebetulan kayak gitu.. " tanya rini
" bisa lah rin,kalau udah tuhan yang ngatur.." jawabku
" tadi mbak jalan kemana aja sama mas iksan? ada ngomongi aku gk?"
" gk kemana-kemana,cuma beli kue aja untuk mamanya,ada sih.mbak bilang sama dia kalau kamu suka sama dia.."
"  terus dia bilang apa mbak?"
" dia bilang,dia minta maaf karena dia udah mencintai wanita lain,sejak lama..dan dia udah anggap kamu sebagai adiknya"
" apa ! tuh,kan filling aku bener mbak,kalau dia memang gk ada perasaan sama aku, seharusnya gk usah mbak bilang sama dia tentang perasaan aku,aku kan jadi malu.." kata rini dengan wajah yang kecewa
" ya gak apa-apa lah rin,setidaknya dia udah tau perasaan kamu,begitu pula kamu udah dapat kepastian dari dia,meski gk bisa memiliki." kataku.kami terus mengobrol dan kulihat rini tidaklah begitu kecewa mendengarnya,padahal aku fikir mendengar itu dia akan nangis sepanjang malam ,tp ternyata tidak,mungkin apa yang dia rasakan tidak sedalam perasaanku pada iksan dulu. dan sekarang ini giliranku memikirkan keputusan untuk besok.aku tidak suka pilihan,dan aku sangat tidak suka itu,bagiku pilihan itu menyakitkan dan membingungkan,tapi semua harus di lakukan,demi satu keputusan.
akhirnya aku pun telah memilih satu keputusan yang aku rasa adil dan tepat untuk ku dan mereka berdua, ku putuskan juga malam ini dengan waktu yang bergantian.
****
tanpa terasa malam pun datang,dan ibu juga juna kulihat baru saja pulang kerumah.tak berapa lama mereka mengajak ku untuk menikmati makan malam bersama, dan setelah itu aku mengajakku untuk duduk di teras rumah,juna pun tidak menolak ajakanku.
" tumben.." kata juna
" iya,ada yang mau aku bicarai ..."
" bicara apa?"
" gini jun,aku kayaknya gk bisa lama disini,besok kamu jadi antari aku pulang kan?"
" kenapa gitu ci,kamu gk betah ya di sini ? kamu kan belum sempat belajar buat bakso sama ibuk?"
" bukan gk betah jun,ibu dan adik kamu semuanya baik sama aku,bagaiamana mungkin aku gk betah?"
" jadi,knapa ?" tanya juna,tiba-tiba handfoneku berdering dan ku lihat di layar handfone ku,iksan menelfone,siang tadi ku berikan nomor handfoneku pada iksan dan memang malam ini dia katakan akan menelfone ku,tp seharusnya tidak sekarang,tidak pada waktu aku bersama juna.
" siapa ci? " tanya juna
" teman aku jun," jawabku. aku pun tidak mengangkatnya. ku lihat kearah rumah iksan,dia telah berdiri di depan pagar memperhatikanku,sembari menelfon ku.
" kok gk di angkat ci,kenapa?"
" gak apa-apa,aku lagi mau ngobrol sama kamu.."
" ci,tadi pagi ibu aku bilang,dia senang liat kamu,rini juga bilang begitu,keluarga aku udah senang liat kamu,apa kamu mau nerima cinta aku ? aku benar-benar cinta kamu ci.." kata juna.malam itu dengan keberanian aku pun menjawab pertanyaan juna dan ku ceritakan semua padanya.
" juna,sebelum aku jawab pertanyaan kamu,kamu harus tahu semua nya dulu," kata ku
" maksud kamu? apa yang belum aku ketahui dari kamu?
" jun,jauh sebelum mengenalmu,aku pernah mencintai seorang laki-laki,selama aku berpisah dengannya,aku tutup pintu hatiku untuk orang lain dan aku lebih memilih sendiri tanpa pacar,semua ku lakukan karena besarnya rasa cinta ku untuk dia,aku terus berharap bisa bertemunya,dan sekarang aku udah bertemu dengan dia,di tempat ini karena kamu.."
" siapa ?" tanya juna dengan wajah kecewa
" Iksan,kamu pasti mengenalnya kan? " jawabku,juna terdiam dan melihat kearah rumah iksan dan masih seperti tadi,iksan masih berdiri melihatku.
" dia? " kata juna menunjuk iksan yang bediri di depan pagar rumahnya,aku pun menjawabnya dengan anggukan.
" maafkan aku juna,tidak ada niat sedikit pun untuk menyakitimu,dan tidak ada rasa di hati ku untuk membuat mu kecewa,kamu baik,dan selalu memperdulikanku,hanya saja,aku tidak bisa membohongi perasaanku sendiri.."kata ku,
" tidak usah minta maaf ci,itu hak kamu.." kata juna. aku rasakan kekecewaan hatinya,namun dia tetap tegar dan bisa menerima keputusan ku yang sangat menyakitkannya.
" assalamualikum .. " sapa iksan yang berdiri di depan pagar rumah juna
" walaikumsalam.." sahut juna,
" boleh saya masuk? " tanya iksan
" silakan san,gak apa-apa.. kayak gk kenal aja .. " jawab juna
" terimakasih,maaf saya mengganggu kalian.." kata iksan
" ganggu apa? biasa aja lah.." kata juna
" maaf mas jun,saya mau bicara sebentar sama daneccia,boleh? " tanya iksan
" oh silakan," jawab juna. mendengar jawabannya aku pun merasa heran,dia memang benar laki-laki yang baik dan dewasa,dia tidak pernah memaksaku dan dia selalu mengerti aku.juna pun masuk ke dalam rumahnya dan iksan duduk di kursi yang di tempati juna tadi.
" maaf beribu maaf ci,aku udah lancang nemui kamu di sini.aku mau dengar keputusannya sekarang,sebelum kamu pulang ..." kata iksan.aku tidak menjawab dan ingin rasanya ku bungkam mulut ku agar tidak akan ku keluarkan satu patah kata pun untuk nya,tapi iksan terus bertanya,tidak tahan dengan rasa yang ada di hati ini aku pun memutuskan untuk memberi keputusan padanya.meski berat namun harus ku katakan,agar aku bisa tenang.
"san,dengarkan aku,tidak ada satu orang pun dan sebab apapun yang bisa ngilangi rasa cinta ini untuk kamu,selama betahun ku jaga dan tidak aku biarkan siapapun menyentuhnya.harapan ku telah menjadi

nyata,meski belum sepenuhnya.dan kamu juga harus tahu tentang keresahanku selama ini, kamu dan aku tinggal di kota yang berbeda,kamu baik,kamu tampan dan pintar,tidak akan ada seorang pun gadis yang menolak mu,bahkan banyak yang menginginkan kamu,dan di kampus mu,pasti banyak gadis-gadis cantik yang ingin menjadi pendamping mu,selama ini aku kadang berfikir,mungkin kamu udah punya pacar atau menikah,walau nyatanya apa yang ku fikirkan itu salah,aku takut,saat kita jauh,dan suatu saat ada gadis yang menyukaimu,maka kamu akan meninggalkan ku dengan harapan kosong.."
" jadi kamu gk percaya sama rasa cinta aku ke kamu ? kita sama ci, kita sudah saling menunggu sejak dulu,kita berpisah karena takdir,maka takdir pula yang mempertemukan kita kembali saat ini,apa kamu mau menyia-nyiakan kesempatan kita sekarang ? bukan kah udah ku  katakan ,kamu harus bersabar menunggu aku selama tiga tahun ini,maka setelah aku lulus ,aku akan melamar kamu,itu janji yang akan ku tepati.aku percaya sama kamu ci,kamu pasti tau apa yang terbaik untuk kita.."
" iya aku tahu,maka dari itu aku memutuskan untuk sendiri,aku tidak akan memilih kamu,atau juna,dan aku juga tidak akan membiarkan rasa ini hilang,kan ku biar kan perasaan ini terus ada,meski aku tidak pernag tahu,ntah sampai kapan,aku tidak ingin menyakiti siapapun,dan aku juga tidak ingin sakit. tiga tahun bukan waktu yang sebentar,akan banyak hal yang terjadi selama itu,termasuk perubahan,semua pasti akan terjadi.kita tidak akan pernah tahu dimana dan apa takdir kita,dan jika memang kamu takdir ku,maka kita akan bersama ,menjalin harapan kita bersama,tanpa ada yang terluka dan kecewa.." kata ku,tanpa ku sadari aku pun meneteskan air mata.sebenarnya aku tidak ingin berbicara seperti ini,tapi aku harus menghargai juna,meski tak ku biarkan dia memiliki ku.
" kamu bilang kamu tidak ingin menyakiti siapapun  dan apa kamu tidak sadar aku sakit mendengar keputusan mu? tapi,apaun yang kurasakan saat ini,aku yakin tidak akan mengubah keputusanmu,dan aku tidak akan memaksa mu untuk menjadi milikku,walau demikian,masih boleh aku mencintaimu ? masih ada satu harapan untuk ku ? " tanya iksan
" harapan selalu ada,dan tidak akan ku larang siapapun untuk mencintaiku,meski kita jalani hari tanpa status hubungan yang jelas,kita masih bisa menjadi dekat dan kita pasrahkan semua takdir kita.." jawab ku.
malam itu setelah ku ungkapkan semuanya,dan betapa aku bersykur mereka masih bisa mengerti aku.
****
  pagi ini waktunya aku pulang ke rumah ku,setelah berpamitan pada ibu juna dan rini,aku pun berjalan menuju mobil juna yang ada di depan pagar,sedangkan juna sendiri sudah menunggu ku di dalam.
ku lihat ke arah rumah iksan,tidak ada dia di sana,awalnya aku berfikir apa dia membenci ku ? sampai-sampai dia tidak ingin melihat ku.tapi setelah juna menjalankan mobilnya,dan di jalan yang tak jauh dari komplek itu,tiba-tiba mobil iksan berhenti di depan mobil kami,ku lihat iksan membawa tas kecil di tangannya,iksan menghampiri mobil juna dan memintaku turun,aku tidak segera turun dan ku lihat juna menyuruh ku menemui iksan dan bersedia menungguku.aku pun menemui iksan.
" maaf ,aku udah ngalangi kamu .. aku cuma mau minta sesuatu.." kata iksan
" aku fikir kamu membenci ku.sampai tidak ingin melihat ku lagi.. " kata ku
" itu tidak akan pernah terjadi,aku dari pagi pergi ingin membelikanmu sesuatu agar kamu bisa selalu ingat aku, ini aku belikan kamu sweater,pakailah,agar kamu tidak pernah lupa denganku." kata iksan pada ku,aku menerima pemberiannya dan mengucapkan terima kasih padanya.
" ci,boleh aku memeluk mu,untuk pertama kalinya? " tanya iksan. tanpa berfikir panjang aku yang lebih dulu memeluknya,air mata ku pun mulai keluar,dan kali ini sungguh tidak dapat ku tahankan lagi tangisan ku,pertama kalinya aku di peluk dan kening ku di cium dengan orang ku harapkan selama bertahun-tahun.
setelah lepas pelukan itu,iksan mengantarkan ku kembali kemobil juna.
" mas,tolong jaga daneccia,saya sangat mencintainya,maafkan saya jika ini menyakitkan. " kata iksan, juna mengangguk.
*****
   sejak hari itu,perasaanku menjadi tenang,hubungan ku dengan juna berjalan seperti biasa,meski aku tidak menerimanya,dia masih tetap bersikap sama seperti dulu padaku,dan hubungan ku dengan iksan,hanya berjalan melalui udara,dia terus menghubungiku,mengajak ku bercanda lewat telfone,dan tidak ku pungkiri harapanku semakin bertambah padanya.

*****
Tahun yang telah berganti dan tepat tiga tahun yang ku jalani sejak bertemu iksan dua tahun lalu. sejak iksan mengabarkan kelulusannya,seminggu setelah itu iksan tidak pernah menelfon ku dan mengirim pesan padaku,setiap ku hubungi handfonenya selalu tidak aktif,rasa kecewa mulai ku rasakan.dan penyesalan juga sempat datang,mungkin dia sudah ada pengganti ku disana,dan aku tidak ada alasan untuk marah,dan jika benar itu terjadi itu hak nya,karena hubungan kami bukan sepasang kekasih.
malam itu dengan suasana hati yang masih kecewa,aku berusaha mengubur dan manjauhkan fikiran tentang iksan dari benak ku,ku ambil sweater pemberiannya dan berniat menyimpannya di gudang,namun sebelum ku lakukan itu,aku bergegas untuk membuat secangkir teh dan selesai ku buat,tiba-tiba seseorang mengetuk pintu rumahku,saat ku bukan,betapa kagetnya aku ,yang kulihat berdiri di depan pintu rumah ku adalah iksan dengan wajah yang bersih,perubahan potongan rambutnya dan senyum yang manis dia membawakanku coklat dan memberikanku boneka yang lucu,masih tidak percaya dengan apa yang kulihat,sampai aku hanya berdiri melihatnya.
" boleh aku masuk? " tanya iksan pada ku
" iya boleh..silakan" kata ku dan tetawa,perasaan kesal dan benci seketika lenyap yang ada hanya perasaan senang yang luar biasa.saat dia duduk,ku sugukan segelas teh hangat untuknya,
" cuaca di luar cukup dingin,minum teh hangat lebih baik.. " kata ku dan meletakan gelasnya di atas meja
" terimakasih " kata iksan
" kamu,selama ini kemana? kenapa tidak ada kabar,aku fikir kamu udah punya pacar disana." kata ku
" udah ku katakan,tidak akan pernah,handfone aku hilang,jadi aku pakai nomor handfone baru dan nomor kamu ada di hp yang lama,aku gk hafal jadinya gk aku kabari,dan aku juga berniat mau ngasih kamu surprise,aku udah yakin kamu pasti beranggapan aku lupai kamu.."
" iya.."
" aku cinta sama kamu,aku sungguh-sungguh dengan perasaan ku,sekarang,kamu mau jadi pacar dan istri ku ?" tanya iksan dan memberiku sebuah cincin. aku pun tersenyum mendengarnya, ku anggukan kepala ku dan iksan memasangkan cincin di jari manisku,iksan menepati janjinya,tepat tiga tahun dia datang melamar ku.dan besok dia akan ku kenalkan pada orang tuaku.orang tua ku sangat menyayangi ku,mereka selalu mempercayai keputusan ku dan tidak akan pernah menyakiti aku dengan melarangku meninggalkan kebahagiaanku,begitu pula dengan orang tua iksan,jauh sebelum itu iksan berkata padaku,bahwa ibunya selalu mendukungnya asalakn itu yang terbaik untuknya.
Kisah yang sempat tertunda dulu,dan rasa yang terus mekar karena harapan yang besar kini menjadi kenyataan yang membahagiakan,semua karena takdir tuhan,dan saat harapa menjadi nyata,maka rasa bersyukur yang luar biasa terus terucap.kebahagiaan terus terjadi dan semoga ini selamanya . 




                                                                                          -Selesai -









Rabu, 20 Juni 2012

Yang Tersimpan Di Hati


                                 Oleh : Ecca Puspita                                

    Dua tahun lalu di depan kantin sekolah ku aku bertemu dengan seorang laki-laki yang ntah kenapa saat pertama kali melihat nya aku pun terus menyukai nya ,senyumnya,tingkahnya membuat nya mempunyai daya tarik tersendiri bagi ku,dia baik dan ramah,Rahardian namanya.Rahardian adalah kakak kelas ku.waktu itu bel jam istirahat berbunyi aku dan ketiga teman ku melisa,ariska dan dewi bergegas untuk membeli cemilan dan membawa nya ke dalam kelas untuk di makan bersama beberapa teman yang lainnya,selesai membeli makanan yang ingin kami makan ,kami pun berniat balik lagi ke kelas,namun niat ku pun terhenti saat aku melihat rahardian duduk di kantin itu,saat itu juga aku mengajak ketiga teman ku duduk dan makan di kantin itu saja.
"Kita makan di sini aja ya ... gk usah di bawa ke kelas..." kata ku
"loh,kenapa ?"tanya melisa
"gpp,kaki aku sakit turun naik tangga ..."kata ku dan langsung ku ajak mereka duduk.mereka bertiga pun ikut duduk bersama ku dan memakanan makanan yang kami beli tadi.namun tidak dengan ku,mata ku terus menatap ke arah Rahardian yang duduk di depan tempat dudu kami.rahardian duduk bersama kelima teman laki-laki nya dan bercerita dengan tertawa-tawa sehingga membuat ramai kantin ini.akupun terus menatap nya,"he ! liat yang mana riz?"tanya ariska pada ku
"maksudnya ? " kata ku
" dari tadi kan liat-liat mereka terus kamu kan ? " kata ariska.seketika aku pun tersenyum dan tertawa mendengar ucapan ariska.
"iya ni..yang mana sih ..."sambung dewi
"gk ada .. "kata ku,aku pun mulai mengalihkan pembicaraan dengan mereka dan mengalihkan pandangan ku dari rahardian dan teman-temannya.selang beberapa menit bel selesai jam istirahat pun berbunyi.aku dan teman-teman ku mulai memasuki kelas lagi.selesai belajar bel jam pulang berbunyi lagi,seperti biasa aku,melisa,ariskan dan dewi selalu pulang bersama meski rumah kami berbeda dan hanya aku dan dewi saja yang berdekatan rumah ,sebelum pulang aku dan ketiga teman ku tidak lupa untuk duduk berlama-lama dulu di tempat penjual es di depan sekolah,sambil menunggu jeputan masing-masing dan hanya aku dan dewi lah yang sellu pulang naik angkot.saat itu aku melihat rahardian bersama seorang teman nya juga duduk di tempat itu.
"numpang duduk ya ...." kata nya pada kami,satu dari kami tidak ada yang menjawab.rahardian pun tersenyum,badan ku terasa kaku,jantungku pun berdetak kencang saat rahardian duduk di sampingku.
seketika aku terdiam dan sosok yang lebai dan berisik dari diri ku tiba-tiba hilang dan menjadi pendiam.
"kenapa riz?"tanya dewi ,aku menggelengkan kepala ku.
"eh,aku udah di jeput tu..aku pulang duluan ya ..."kata ariska.tak berapa lama setelah ariska di jeput,tomi pacar melisa mulai menjemputnya .melisa pun segera pulang.
"kalian gk pulang?" tanya melisa
"bentar lagi mel,masih pengen di sini..."kata ku
"yaudah aku duluan ya .. tomi mau ke kampus lagi soalnya .."kata melisa.
"iya,gpp duluan aja.."kata dewi.melisa pun pulang meninggl kan kami.sedangkan rahardian dan temannya masih duduk dan bercerita-cerita di sini . selang beberapa menit ayah ku pun menelfon ku dan meminta ku untuk segera pulang.aku dan dewi pun segera bergegas dari tempat duduk,
"mau pulang ya ?"tanya teman rahardian pada kami
"iya .."sahut dewi dan tersenyum.kami pun meninggalkan tempat itu dan berjalan menuju pasar untuk menunggu angkot ke arah rumah kami.saat kami berjalan tiba-tiba teman rahardian datang menghampiri kami
"tunggu-tunggu..."panggilnya.kami pun mengehentikan langkah.dalam hati ku berharap kalau rahardian lah yang menyuruh temannya untuk datang dan meminta ku memberitahu nama ku,tp apa yang ku fikirkan ternyata salah besar,ternyata teman nya ingin berkenalan dewi .
"maaf,aku cuma mau tanya nama kamu.."kata teman rahardian pada dewi.dengan cepat dewi menjulurkan tanggannya."Dewi..."kata dewi dan tersenyum.
"ponco..."sahut ponco,tanpa basa-basi ponco langsung meminta nomor handfone dewi dan dewi pun memberikannya.selesai dari itu angkot yang kami tunggu pun datang dan kami segera pulang kerumah masing-masing.
*****
    Keesokan harinya aku terlambat datang ke sekolah hingga saat jam pelajaran di mulai aku tidak dapat mengikutinya,sesuai peraturan sekolah bila ada seorang siswa/siswi yang terlambat maka akan di beri hukuman menyapu halaman sekolah sampai bel jam istirahat berbunyi.aku pun segera menyapu halaman yang gak tanggung-tanggung lebarnya.
selama pengawasan aku bersama 3 orang siswi lain yang tidak sekelas ku terus menyapu dan saat tidak ada pengawasan lagi dengan cepat ku tinggal kan mereka dan aku segera berlari kekantin.aku lihat rahardian duduk sendiri di kantin itu sambil memainkan handfonenya.aku pun masuk ke kantin dan ku pesan segelas teh manis dingin,ku nikmati minuman itu sendiri.tak berapa lama
"terlambat ya ? " tanya rahardian yang tiba-tiba menegurku
"iya..."jawab ku.
"aku duduk di situ boleh gk ? " tanya rahardian. aku pun tersenyum dan rahardian mendekati dan duduk di bangku depan ku .
"namanya siapa? " tanya rahardian pada ku
"riza.."jawab ku.rahardian pun mengenal kan diri nya.
"kamu terlambat juga ? "tanya ku
"gk ..."jawabnya dan tersenyum.
"jadi ? "
"aku udah datang dari tadi pagi,lagi malas belajr aja..."jawabnya dan tersenyum lagi.kami pun terus saling bertanya dan perasaan ku semakin aneh dengan nya,rasa suka ku semakin besar untuk nya ,apa lagi saat melihat setiap senyum yang keluar dari wajah nya,semakin buat aku deg-degan . hari itu lah awal aku benar-benar mengenal rahardian,dan aku kira hari itu hari yang sangat buruk,karena terlambat dan di hukum tp ternyata hari yang sangat menyenangkan bagi ku.
bel sekolah pun berbunyi menujukan waktu istirahat ,ketiga teman ku menemui ku di kantin,saat mereka datang rahardian pun bergegas meninggal kan ku.
"cie..cie...itu rupanya yang di lirik-lirik dari kemarin.."ledek melisa pada ku
"hahahaaha... iya .."kata ku
"enak dong di hukum berduaan di kantin .."ledek ariska.aku pun tertawa keras.
"dewi mana ? "tanya ku karena tidak melihat dewi bersama mereka
"tu..."kata melisa menujuk dewi yang sedang berdiri bersama ponco di depan pagar
"kompak ya? teman sama temen ,kita aja yang pacarnya org lain .."kata ariska
"maksudnya ? "tanya ku
" ya iyalah,kamu sama cowok tadi pacaran,si ponco itu kan temannya cowok tadi ..."kata melisa
"namanya rahardian loh,lagian aku sama dia gk ada apa-apa kok,kenal aja baru tadi ..."kata ku dan tersenyum lebar.tak berapa lama dewi pun menghampiri kami.
"pasti lagi nyeritai aku kan? " kata dewi
"ikh,gk penting tau .."jawab melisa
"ngomong apa sih sama ponco,kok kayaknya serius gitu ? " tanya ku
"dia nembak aku ..."
"apa ? baru kenal kok udah di tembak ? " sambung melisa
"aku juga gak tau ..kata nya sih dia sering perhatiin aku... "
"kamu nya mau ? "tanya ku
"mau ..akujuga udah lama sih pengen kenal sama ponco.."
"yaudah jalani aja kalau suka,harus hati -hati yang penting .."kata ariska.
****
"dewi ! " panggil ponco dan menghentikan speda motor nya di depan kami  yang sedang berdiri menunggu angkot." aku mau ngajak kamu jalan sebentar,kamu mau ? " ajak ponco
"mau sih,cuma aku gk enak sama riza dia sendiri nanti kalau aku sama kamu..."kata dewi
"loh,kok gitu wi ? gpp lah kalau mau jalan sama ponco aku kan bisa pulang sendiri ..." kata ku
"iya wi,gpp kan riz hari ini kamu pulang sendiri ? "tanya ponco
"iya gak apa-apa..."
"tapi riz.."kata dewi
"ya ampun wi,gpp lah .. jgn gitu..."kata ku .akhirnya dewi pun menerima ajakn ponco.mereka pun pergi dan tinggal aku sendiri.sudah hampir setengah jam aku nunggu angkot yang sama sekali belum muncul.
"kok sendiri ? " tanya rahardian yang tiba-tiba berada di samping ku
"eh..kamu ,buat kaget aja.."kataku
"mana temen mu ? "tanya nya lagi
"pulang tadi sama temen mu si ponco..."jawab ku
" jadi kok gk pulang ?"
"nunggu angkot,belum muncul-muncul juga dari tadi ..."
"mau pulang gak ? "
"mau lah,kalau gk buat apa aku nunggu angkot..."
"jadi kok gk pulang ? "tanya rahardian
"ya ampun...kan udah aku bilang angkotnya belum ada..."kata ku mulai kesal
"harus naik angkot ya ?"
"ya iyalah,jadi naik apa ? "
"naik motor aku terus aku yang ngantari gk mau apa ? "kata rahardian dan tersenyum.mendengar ucapan nya aku pun sangat senang dan tidak ada niat sedikit pun untuk menolak,namun tidak cepat ku iakan kan karena rasa gengsi di hati ku .aku pun hanya diam dan tak menjawab.
"kok diam ? ayok aku antar.. mau kan ? " paksanya,dan aku pun langsung naik ke motor nya.dan kami pun segera meningglkan sekolah.
"pacar kamu gk kenapa gk jeput riz? "
"gk punya pacar.."
"kenapa? kamu kan cakep ..."kata rahardia,aku pun mejawab nya dengan senyuman,sepanjang jalan kami pun terus bercerita dan saling bertanya.sesampainya di depan gang rumah ku,aku pun meminta rahardian menghentikan motor  nya.
"sampai sini aja ..."kata ku
"rumah nya mana? kok gk sampai rumah ? kenapa? "tanyanya
"rumah aku di dalam,aku takut di marahi orang tua ku ,akukan masih di larang punya temen cowok .."kata ku
"oh.. yaudah gpp..."
"aku masuk dulu ya,makasi banyak ..."kata ku dan langsung maninggalkan rahardian.
sesampai nya di dalam rumah aku pun serasa sangat bahagia,aku tidak pernah jatuh merasakan hal seperti ini selama hidup ku,menyukai seseorang yang saat di dekat nya tidak ingin cepat aku meninggalkannya.hari itu lah kahidupan ku berubah,aku semakin merasa hidup saat aku bertemu dengan rahardian,semangatku untuk sekolah semakin besar,berharap setiap hari bisa bertemu dan pulang dengan nya dan apa yang ku harap kan semuanya terwujud.
****
     empat bulan sudah aku dan rahardian berhubungan dekat,aku berharap dia akan menyatakan perasaannya pada ku.dengan sikap nya yang sangat perhatian dan selalu mementingkan ku kapan aku membutuhkannya aku pun yakin kalau apa yang kurasakan rahardian merasakannya juga.tapi,sampai saat ini dia tidak menyatakan apa yang dia rasakan.rasa gelisa pun menaungi ku,saat ku ingat dua hari lagi UAN akan datang,semakin tidak tenang ku rasakan,saat rahardian lulus dan tidak ada kejelasan tentang hubungan ini ,ntah bagaimana aku nanti kalau harus berada di sekolah tanpa bersama rahardian yang sudah menjadi kebiaasaan ku dan semangat ku.
siang itu rahardian tetap masih mengantarkan ku pulang,ingin rasanya ku katakan apa yang ada di hati ku padanya,namun aku takut menerima kenyataan kalau apa yang ku fikirkan berbalik dari perkiraanku.akhirnya sampai di depan gg rumah ku aku pun tidak membicarakannya,aku pasrah dengan semua keadaan yang aku alami nanti."riz,besok jalan yok ? mau? "kata nya.mendengar ucapan nya mulai lah timbul lagi keyakinan kalau rahardian memang mencintai ku dan mungkin malam ini dia mau bicarakan tentang perasaannya pada ku.
"bukan aku gk mau ,cuma aku takut orang tua ku marah...kalau ibu sih mungkin ngerti aku,cuma ayah ku ini loh.. susah,tp gini deh ntar aku usahai ya,"
"ok,kabari ya kalau bisa,aku sih berharap .. " kata nya
****
pagi tlah datang ,saat aku terbangun aku melihat jarum jam dinding ku menunjukan jam 12.00 siang , maklum hari ini hari minggu jadi memang kebiasaan ku bangun siang-siang.aku pun segera keluar kamar ku dan ku lihat ibu ku sedang merapikan bunga-bunga di halaman depan."buk..ayah mana ?" tanya ku yang tidak melihat sosok ayah duduk di teras rumah.
"tadi pagi-pagi sekali ayah pergi kerumah paman,"jawab ibu ku,mendengar nya aku pun langsung berlari kedalam kamar dan mengambil handfone ku memberitahukan pada rahardian bahwa aku bisa menemaninya jalan hari ini.
selang satu jam rahardian pun menjemput ku,ibu ku terlihat sedikit kaget saat melihat keberanian rahardian meminta izin dengan ibu ku dan berjanji pada ibu akan mengantarkan ku pulang tepat waktu,akhirnya ibu ku yang penuh pengertian itu pun mengizinkan kami untuk pergi.
di perjalanan rahardian cukup laju membawa motor nya,hingga aku hampir saja terjatuh ,namun rahardian menarik tangan ku.
"pegangan ya ..." kata nya.aku pun memegang pinggang nya sambil menatap ke arah depan.
"kita mau kemana ? " tanya ku.rahardian tidak menjawab nya.tak berapa lama rahardian mengehentikan motor nya di parkiran tempat wisata yang sangat sejuk udaranya dan bagus pemandangannya.

rahardian pun mengajak ku duduk di sebuah pondok yang sangat tenang sambil menikmati segelas teh hangat.
" pernah kesini ?" tanya nya
"gk " jawabku
" yok jalan.. keliling tempat ini ..." ajak nya,aku pun mengikutinya dan berjalan di samping nya.
" bentar Lagi aku UAN,doakan berhasil ya ..."kata nya
" iya ..." jawabku,dalam hati masih berharap rahardian menyatakan perasaannya hari ini.hampir satu jam kami bersama,namun rahardian belum menyinggung tentang perasaannya pada ku.
dia masih terus bercerita dan  tertawa tanpa memikirkan apa yang kurasakan saat ini pada nya,"ya tuhan sdarkan lah dia kalau aku sangat menyayangi nya.. " gumam ku dalam hati.
saat rahardian melihat jam di tangannya,tiba-tiba dia mengajak ku pulang,tidak ada yang bisa kukatakan selain mengikuti ajaknnya untuk pulang.sepanjang jalan rasa kesal terus ku rasakan,kekecewaan ku pun mulai menjadi-jadi saat aku lihat sms di hanfonenya,kata-kata di pesan itu sangat lah memperhatikannya nya,dan sepertinya rahardian sangat senang membacanya.di dalam fikiran ku rahardian sudah mempunyai pacar,dan seketika itu harapan ku seperti hilang rasa benci ku muncul untuk nya.
sesampainya di rumah,setelah dia pamit pulang dengan ibu ku rahardian memberikan ku sebuah buku novel.
"riz,kamu suka baca kan ? ini aku belikan buku buat kamu,baca ya .. "kata nya dan langsung meninggalkan ku.saat di dalam kamar aku,aku pun meletak kan begitu saja buku pemberiannya tanpa ku baca, ku letakan di atas meja belajar ku,air mata ku menetes dan tidak dapat ku tahan lagi rasa kecewa ku pada nya. akhirnya hari itu juga ku putus kan untuk tidak mengingatnya lagi.
*****
     tiga hari tlah berlalu,selama UAN terlaksana kelas ku pun di liburkan .dari situ lah aku tidak pernah melihat rahardian lagi,telfon dan sms nya pun sama sekali tidak ku hiraukan lagi, dan pada saat rahardian datang ke rumah ku aku pun tidak menemui nya.meski aku juga merasa sakit dengan apa yang ku lakukan,namun setelah ku fikir itu semua untuk kebaikan ku juga agar tidak menyakiti ku lebih dari ini.
malam itu dewi dan ponco datang menemui ku,dan menanyakan kabar ku.aku pun menceritakan apa yang ku rasakan terhadap rahardian  kepada mereka berdua.dan aku pun hampir tidak percaya apa yang di katakan ponco bahwa rahardian adalah sepupu nya dan sering bercerita bahwa dia menyayangi ku,
"kalau memang iya kenapa dia gk bilang terus terang sama ku, ? "kata ku
"itu yang aku gk tau,.."
"kemarin dia cuma ngasih aku buku yang gak penting..."
"buku ? buku apa ?"
"novel,yang ntah apa isi nya aku gk tau,males juga baca nya,masih sakit ati.."jawab ku
"loh..yank kamu sms siapa sih kok mesra banget ?" tanya dewi yang sedang memeriksa handfone ponco
"itu kan rahardian ,kemarin waktu mereka jalan aku sengaja ketik kayak gitu ..."kata ponco,aku pun langsung mengambil hp ponco dan membaca sms nya."ya tuhan,ternyata ini sms ponco,aku kira pacarnya.."kata ku ,ponco pun tertawa terbahak-bahak mendengar semua kesalahfahaman ku.
tak berapa lama mereka pun pulang dari rumah ku aku segera masuk kedalam kamar ku dan mengambil buku yang di berikan rahardian,saat ku buka betapa kaget nya aku saat ku lihat di dalam buku berwarna merah,bersampul gambar bunga mawar dan sebanyak 100 lembar hanya ada tulisan
" aku sayang kamu riza .." dan sebuah surat.
"riza,apa yang ku lakukan ini semata hanya untuk membuktikan rasa sayang ku sama kamu selain sikap ku selama ini,dan kenapa aku menyatakan rasa sayang ku tidak dengan ucapan? itu karena aku punya cara tersendiri untuk menyayangi kamu,dan kamu akan selalu ingat kalau aku selalu sayang kamu,selasai sekolah ini aku di minta papa ku untuk nerusi studi di luar kota,makanya buku ini aku buat dengan tangan ku sendiri agar kamu tidak lupa kalau aku sayang sama kamu,bagi ku dengan ucapan sedetik mungkin hilang kata sayang itu,tapi jika dengan tulisan ini semua akan tetap kita ingat sampai kita bertemu nanti dan tinggal bersama di satu atap dengan rasa cinta dan sayang yang masih tetap sama seperti hari-hari kemarin.. aku menyanyangi mu riza..selamanya..dan cinta ini milik kita,riza..besok selesai  bel sekolah aku tunggu kamu,sebelum aku pergi aku ingin menikmati waktu yang ada bersama kamu,"
selesai membaca surat itu aku pun tidak bisa membendung rasa sedih ku,seharusnya dari kemarin aku menemuinya namun karena keegoan ku semua nya sia-sia.
****
     Tanpa terasa selesai lah UAN terlaksana.kami pun mulai masuk sekolah seperti biasa lagi,saat ku injakan kaki ku ke sekolah itu aku pun teringat kembali dengan sosok rahardian ,namun dengan cepat aku berusaha untuk tidak mengingatnya.aku sudah yakin dan siap menjalani hari-hari ku tanpa nya.semua ini harus ku tanggung karena kebodohan ku sendiri.
sepulang sekolah aku pun tidak bersama teman-teman ku aku keluar kelas saat siswa dan siswi tidak ada lagi di sekolah.saat aku berjalan keluar pagar,sperti biasa aku pun berdiri di depan sekolah menunggu angkot datang,hampir satu jam aku berdiri di depan pasar itu dan sudah cukup banyak angkot menuju  rumah ku lewat begitu saja dan tidak ku hiraukan,dalam hati aku berharap rahardian datang menjemput ku,namun bagi ku itu semua tidak lah mungkin karna mungkin dia sudah membenci ku karena sikap ku kemarin. dengan berat hati aku pun terus memaksa diri ku untuk tidak memikirkannya,tak berapa lama
"kok gk pulang ? " kata seorang laki-laki yang tiba-tiba berada di belakang ku,saat aku menoleh aku lihat itu rahardian dan tersenyum pada ku.
" nunggu angkot..." jawb ku
" bohong banget.. " kata nya,aku pun diam dan tak menjawab ucapannya.
" kamu tau dari tadi aku berdiri di ujung sana liati kamu,banyak angkot lewat kok gk kamu stop.apa memang mau nunggu aku ? "kata nya.aku pun tersenyum mendengar ucapannya.rahardian memaksa ku naik ke motor nya dan  mengantarkan  ku pulang ,di perjalanan aku pun terus meminta maaf dengannya dan rahardian pun menghentikan motor nya di sebuah kafe yang tak jauh dari sekolah ku. rahardian mengajak ku duduk di tempat itu.
" rahardian aku minta maaf atas sikap ku selama ini..." kata ku dan menjelaskan apa yang terjadi kemarin
" udahlah,tidak perlu di bahas lagi.." kata nya dan memegang pipi ku sembari tersenyum
" kamu maafi aku kan ? "kata ku meminta kepastian maaf pada nya
" riza,kan udah aku bilang..udah lupai aja,dan itu gk penting bagi aku,yang terpenting sekarang cuma satu,aku sayang kamu... " kata nya dan menatap mata ku,aku pun langsung memeluknya,rahardian pun membalas pelukakanku ,saat itu lah pertama kalinya ku rasakan pelukan seseorang selain ayah dan ibu ku,hangat dan nyaman ku rasakan saat berada dalam pelukannya.
selesai kami berbicara banyak,rahardian mengantarkan ku pulang ke rumah,kali ini aku mengajak nya mampir kerumah ku dan kebetulan ada ayh ku di rumah,jantung ku pun berdetak kencang saat ayah ku keluar rumah dan melihat rahardian duduk di teras rumah ku. kulihat rahardian mencium tangan ayah ku dan tak berapa lama ayah ku pun masuk ke dalam rumah ,ayah ku tidk tersenyum atau marah saat melihat ku hanya saja wajah nya terlihat dingin dan berlalu pergi ke ruang televisi.
saat aku keluar dari dalam rumah ,ku berikan  rahardian segelas es jeruk.kami berdua duduk di teras depan rumah ku.
" jadi kapan kamu pergi ? " tanya ku yg memulai pembicaraan
" minggu depan mungkin .." jawab rahardian
" kenapa harus di luar kota ? "
" aku juga gak tau riz,aku sih sebenarnya gk mau,tapi karena perintah papa,ini juga demi masa depan aku nanti," jawab nya
" oh.. " kata ku , dalam hati ingin rasanya aku mencegah nya dan melarang nya untuk pergi jauh dari ku,namun aku juga tidak punya hak apa-apa untuk nya,meski dia sudah mengatakan kalau dia menyayangi ku,namun dia tidak meminta ku untuk jadi pacarnya,bagi ku jika seseorang mencintai seseorang dan tidak meminta nya untuk jadi pacarnnya,itu tidak akan meresmikan hubungan mereka.
sore pun tiba , rahardian cukup lama duduk di rumah ku dan kini dia pamit untuk pulang ke rumah nya,
******
" tit..tit...tit..tit..." suara jarum jam dinding ku membangunkan ku dari tidur lelap ku semalam,ku lihat wktu menujukan pukul 07.00 pagi,aku pun bergegas untuk bersiap-siap ke sekolah dan saat mau memakai sepatu,handfone ku berdering menandakan ada sms masuk,saat ku lihat ternyata dari rahardian,aku pun tersenyum melihat nya,aku segera membaca sms itu
>> riza,tadi pagi aku dan keluarga mendapat kabar,kalau nenek yang di jakarta meninggal,jadi kami dan keluarga harus pergi kesana,dan yang aku sesalkan,papa nyuruh aku langsung tinggal di sini,jadi gk dua kali balik lagi,sebenarnya berat rasa nya aku pergi tanpa kamu,beritahu kamu dengan cara kayak gini,aku juga belum siap untuk gk liat senyum manis kamu setiap hari nya,untuk jauh dari kamu,tapi aku juga gak bisa nentang kemauan org tua ku,aku harap kamu mengerti dan aku janji ini semua ku lakukan demi kamu dan aku di kedepan hari nanti,aku akan pulang,terus kasih kabar sama aku ya riza,jangan pernah lupai aku <<
hati ku terasa sakit saat selesai ku baca pesan dari rahardian,,tp aku mencoba untuk menerima dan hanya satu yang ku fikirkan dia akan pulang menemui ku.dan mulai hari itu aku benar-benar menjalani hari ku tanpa nya.
       enam bulan aku dan rahardian berkomunikasih memalui udara,setiap hari dia selalu memeberikan perhatian nya pada ku,meski hanya lewat sms itu sudah cukup bagi ku ,tidak hanya itu saja,rahardian juga sering mengirimkan ku benda-benda unik untuk ku pajangkan di kamar ku,dia sangat baik pada ku,dan aku tidak pernah menghianatinya selama dia jauh,dan hingga pada suatu hari,ntah kenapa handfonenya tidak aktif saat aku ingin menelfonenya,semua sms yang ku kirim kan untuk nya tidak pernah di balas,dan seminggu telah berlalu,tidak ada satu kabar pun darinya,rasa resah selalu ku rasakan,perasaan takut juga ku rasakan,aku takut terjadi apa-apa dengannya,aku takut dia menghianati ku,aku benar-benar takut hal yang tak ku inginkan terjadi dan  ingin rasanya aku tanyakan apa yang terjadi dengannya namun aku tidak tahu harus kepada siapa ku bertanya,.aku pun bersabar menunggu kabar dari nya,dan aku terus mencoba untuk menghubungi,
*****
   Waktu terus berputar,tahun tlah berganti tahun ,dua tahun sudah ku jalani hari ku sendiri,tanpa pacar dan masih ku harapkan kabar dari rahardian,aku tidak tahu apa dia masih mengingat ku atau tidak,masih menyayangi ku atau tidak,aku tidak tahu,aku hanya berharap dia akan pulang menemui ku di sini.
    Setelah lulus sekolah aku pun kini bekerja di sebuah perusahaan swasta milik paman ku,selama bekerja di situ aku mempunyai teman baik bernama lisa,lisa cukup dewasa dan baik pada ku aku pun tidak segan-segan menceritakan kekesalan dan kesenangan ku padanya,aku menceritakan tentang rahardian pada nya,lisa juga berkata pada ku untuk tidak terlalu berharap dengan hal yang tidak pasti dan hanya menyakiti ku nantinya.ucapan lisa membuat ku lebih berfikir untuk tidak lagi memikirkan rahardian dan mencoba membuka hati ku untuk orang lain yang sunggung nyata untuk ku.
sore itu sepulang dari kantor,aku dan lisa memutuskan untuk menikmati segelas kopi di kedai kopi yang tak jauh dari kantor kami berada,di tempat itu aku dan lisa duduk sambil bercerita dan tak berapa lama,datang seorang laki-laki menghampiri kami .
" maaf lama ya ? " sapa laki-laki itu pada lisa
" oh,gak kok zi,kamu dari mana aja ? " tanya lisa
" ngantar mama tadi.." jawab nya
" oia,kenali ni temen aku .." kata lisa menunjuk ku,
" riza.." kata ku
" fauzi .." sahutnya . fauzi adalah sahabat baik lisa,fauzi laki-laki yang manis,meski tidak semanis rahardian,sore itu lisa meninggalkan ku duduk berdua dengan fauzi di kedai kopi itu.
" mau kemana? " tanya ku yang melihat lisa beranjak dari tempat duduk nya
" ke kantor bentar,ada yang ketinggalan,kamu ngobrol-ngobrol aja dulu sama fauzi ya,nanti aku balik lagi..bentar kok gk lama.. " jawab nya dan langsung meninggalkan kami."
selama lisa meninggalkan kami,aku dan fauzi pun terus berbicara,saling bertanya dan dia selalu memuji ku,aku tidak tau ntah kenapa aku seperti tetarik dengan sosok fauzi yang lucu yang dan bisa menghibur ku,selama dengannya aku terus tertawa di buat nya,segala keresahan ku pun hilang begitu saja.dia baik,dan sopan pada ku,suara dan tutur  kata nya yang lembut tidak menghilangkan kesan humoris dari dirinya.
meski aku baru mengenal nya,namun aku dan dia terasa sudah akrab.
*****
    Sudah sebulan aku dan fauzi saling mengenal ,hingga malam itu fauzi mengajak ku untuk menemani nya pergi ke pesta pernikahan lisa,aku pun tidak menolak nya,malam itu fauzi menjemput ku,fauzi memakai helm yang sama dengan helm milik rahardian dulu,saat melihat nya jantung ku berdetak kencang lagi,sejenak ku fikir dia rahardian dan senyum manis pun terpancar dari wajahnya.namun setelah helm itu lepas,hanya sosok  fauzi yang ku lihat.fauzi pun tersenyum dan menghampiri ku
" udah siap..? yuk berangkat.." ajak fauzi,aku pun tersenyum dan mengkutinya pergi ke pesta pernikahan lisa.
sepulang dari sana,dan sesampainya di depan rumah ku.
" riza.terima kasih ya udah mau nemeni aku ..." kata fauzi
" iya,sama-sama.. " kata  ku
" riza,aku sayang kamu,kamu mau jadi pendamping aku ? " kata fauzi,ucapan fauzi membuat ku cukup terkejut,apa lagi aku dan dia baru sebulan saling mengenal.
" maaf riza,mungkin kamu kaget dengar aku bicara seperti ini,tapi ini perasaan ku lisa,aku nyaman dekat kamu,kamu cewek yang baik,sederhana,dan dewasa,semua itu yang buat aku sayang sama kamu..dan....aku juga gak memaksa kamu untuk menerima aku,aku serah kan semua ke kamu,kamu tanya hati kamu,aku jg gak mau jika hubungan kita di landasi tidak dengan kasih sayang yang benar-benar ada,aku gk mau semua nya sia-sia.." ucap fauzi.sejenak aku pun terdiam mendengarnya , ku tatap mata nya dan ku rasakan ketulusan dengan semua yang dia katakannya.fauzi laki-laki yang baik,selama kami mengenal,banyak hal yang di lakukan untuk ku,perhatiannya dan cara dia memperlakukanku tidak jauh beda dengan rahardian,tapi itu semua tidak akan bisa begitu saja melenyapkan rahardian dari hati ku untuk saat ini. namun aku berfikir lagi untuk apa menunggu hal yang tidak pasti dan sampai sekarang pun sosok rahardian lenyap di hadapan ku,dan tidak ada salah nya aku mencoba menyanyangi orang yang nyata menyanyangi ku.dan malam itu juga aku menerima fauzi menjadi pacar ku,berusaha dan mencoba untuk menjadi miliknya dan meski berat aku akan mencoba mengubur dalam-dalam kenangan tentang rahardian di dalam hati ku.meski demikian jauh di dalam lubuk hati ku rahardian masih satu-satunya orang yang tersimpan di hati.



                                                                                                                        *Selesai