Rabu, 26 Desember 2012

Masih Untuknya

      


       Oleh : Ecca puspita

      Sudah dua jam aku duduk di bawah pohon yang berada di depan rumah baruku,sambil menikmati langit yang penuh dengan bintang di malam ini,dan angin yang berhembus cukup kencang.ku sandarkan tubuhku di pohon yang berdiri tegak di tempat itu,sambil ku pegang sebuah foto ,foto aku dan surya teman baik ku sewaktu kecil dulu.enam tahun lalu,sewaktu aku masih tinggal di belitung surya satu-satunya teman baik ku pada saat itu,kami bertetangga dan ayah ibunya sangat baik pada keluarga ku,sejak sd dan sampai smp kami bersekolah sama namun,ketika kenaikan kelas,neneku ku meninggal dunia dan sebelum meninggal almarhuma nenek ku meminta kami untuk menempati rumah nya yang berada di medan.ayah ku mengajak kami untuk pindah,dan sewaktu aku pindah ayah ku meminta surya untuk berfoto bersama ku di depan rumah ku dulu.aku menyukai surya yang tampan dan pintar ,tp karena usia kami masih kecil,kami tidak bisa menentang larangan orang tua kami yang melarang anaknya berpacaran sebelum lulus sekolah.
sebulan berlalu setelah kami pindah,aku mendengar ibu surya menelfone mamaku dan mengabarkan bahwa ayah surya meninggal dunia.dan setelah itu tidak pernah kami dengar lagi kabar dari mereka sampailah pada saat ini.selama ini aku selalu merindukannya,ingin bertemu dengannya,namun aku tidak berani untuk pergi sendiri ke belitung menemuinya,tp ntah kenapa malam ini rasa rinduku menggebu padanya,hingga tak bisa ku tahankan lagi.aku berniat ingin menemuinya,tp bagaimana mungkin,sedangkan ayah selalu melarangku untuk pergi jauh sendirian,apa lagi harus ke belitung.ayah pasti tidak akan memberiku izin.
*****
 "soraya.. kamu sudah bangun? cecilia datang tuh.." kata ibu dari luar kamarku,
" iya buk,suruh kesini aja.. " sahut ku.cecilia pun menemuiku,cecilia adalah sahabat baik ku.
" aia,kita kan libur,besok aku mau kerumah nenek ku,kamu mau ikut gk ?" ajak cecil padaku
" gk akh,lagi males kemana-kemana..."
" yakin gk mau ikut,di sana pantainya bagus-bagus loh.kita kan bisa foto-foto..." kata
" emang dimana rumah nenek kamu ?" tanya ku
" di belitung? " jawab cecil.."jawab cecil.mendengar jawabannya aku benar-banar kaget,dan dengan segera ku terima ajakan cecil,semua demi tujuanku bertemu surya.
malam harinya dengan susah payah aku meminta izin pada ayah dan ibu,awalnya mereka melarang,tp karena aku terus memohon dan berjanji tidak akan lama,akhirnya ayah dan ibu mengizinkan ku untuk pergi,

  keesokan harinya aku dan keluarga cecilia pergi bersama ke belitung,setelah kami sampai di rumah nenek cecilia,aku mengajaknya untuk keluar,dengan mengendarai speda milik adik sepupunya,aku dan cecil mulai menjelajahi kota itu,tak banyak yang berubah dari kota itu,dan aku masih mengenal jalan-jalan yang dulu sering ku lalui bersama surya.
" kamu kayaknya udah hafal betul ya jalanan yang ada disini.. emang kamu pernah kesini ya?" tanya cecil
" ahahah,dulu aku pernah tinggal di sini cil,sejak sd dan smp," jawabku
" apa ! kamu kok gk pernah bilang sama aku ? mmm,curang kamu ya,padahal niat aku,aku yang mau mameri kota  ini sama kamu,tapi ternyata kamu yang lebih tahu.. " kata cecil, aku pun tertawa,
" cil,kerumah teman aku yuk.." ajak ku,cecil tidak menolaknya. ku telurusi jalan dimana aku dulu bermain bersama dengan surya.sesampainya di depan rumah surya,ku ketuk pintunya. namun bukan surya atau ibunya yang ku temui,tapi seorang wanita separuh baya.
" selamat siang bu,apa suryanya ada?" tanya ku
" surya,surya siapa? maaf nak di sini tidak ada yang namanya surya.." jawab ibu itu
" tapi bu ini rumahnya ibu neli kan ? "
" oh.. iya kalau itu benar,ibu neli sudah pindah,dan saya yang membeli rumah mereka,"
" pindah? sejak kapan bu? "
" sejak empat tahun lalu .."
" oh.. jadi sekarang apa ibu tau mereka tinggal dimana? " tanya ku
" maaf nak,saya tidak tahu.." jawb itu.
" oh,yasudah,terima kasih ya bu" kata ku dan ku putuskan untuk pergi.
di perjalanan aku terus memikirkan semuanya,kenapa pada saat aku ada kesempatan ingin bertemu tuhan tidak mengizinkan nya? kenapa tuhan begitu tega padaku,dimana lagi aku harus mencari nya.dengan hati yang kecewa aku tetap mengayuh laju sepedaku,aku berharap jika dia masih tinggal di kota ini,maka aku dan dia akan di pertemukan. ku bawa cecilia melihat sekolah ku dulu dan ku lihat warung pak sugi masih berdiri tegak di depan sekolah itu.
" cil, ini sekolah ku dulu.. dari sd sampai smp aku bersekolah di sini,gurunya baik-baik semua.. " cerita ku
" oh.. seneng dong .. " kata cecil.selesai itu aku masih membawa cecil berkeliling dan ku lihat ada toko kue yang saat aku tinggal di situ aku tidak pernah melihat toko kue itu,karena perut merasa lapar,aku dan cecil berniat mencoba kuenya.kami memilih duduk di bangku pojok yang memang terlihat lebih nyaman dari letak bangku yang lain.sambil menikmati kue,seorang laki-laki bertubuh tinggi dan sedikit kurus masuk kedalam toko itu,duduk tepat di samping bangku kami dan menikmati sepiring roti sambil mendengarkan musik dan menggunakan headset di  telinganya,laki-laki itu tidak memandang kekiri dan kekanan.laki-laki itu mencuri perhatianku dan aku sempat kaget saat melihat luka bekas jahitan di dahinya,luka itu seperti luka yang ada di dagu surya dulu.
" ya tuhan ,apa dia surya? " gumam ku,namun hatiku tidaklah begitu yakin,hingga ada seorang temannya yang datang ke toko itu dan memanggil namanya dengan sebutan surya. maka saat itu aku yakin bahwa dia surya yang ku cari.tanpa rasa segan ku hampiri dia,
" surya pratama.." panggil ku,
" iya,kamu siapa? " tanya nya dan melihat ke arahku
" gk kenal lagi sama ku? " kataku,sejenak dia memperhatikanku,
" aia.. " kata surya,aku mengangguk dan tersenyum,surya pun berdiri dan memeluk ku
" oh tuhan,kamu sama siapa kesini ? udah lama gk ketemu kamu... " kata surya padaku,aku pun mengenalkan cecil pada surya.dan surya mengenalkan temannya padaku,kami duduk di satu meja, banyak pertanyaan yang di lontarkan surya padaku,semua tentang keluarga ku dan surya juga menceritakan kehidupannya sejak ayahnya meninggal dunia,dan yang paling mengejutkan ternyata surya bekerja di medan,meski baru dua bulan,dia datang ke sini juga dalam rangka liburan dan menjenguk ibunya.
***
    siang itu surya mengajak aku dan cecil untuk kerumahnya,ku lihat ibu surya yang masih terlihat cantik meski sudah semakin tua,ibunya meminta ku untuk menelfon mama ku di medan,mereka pun becanda gurau lewat hanfone,ibu surya menyuruhku untuk menginap di rumahnya,dan kembali ke medan bersama surya.aku ingin berkata iya,tp tidak semudah itu,karena aku harus meminta izin pada keluarga cecil,karena mereka yang membawa ku kesini.
" cil.. bagaimana menurut kamu ? "tanya ku,aku pun mencoba berbicara pada cecil
" yaudah terserah kamu aja.. kalau kamu mau melepas kangen sama keluarga surya,lakui gak apa-apa kok,soal papa,nanti aku  yang bilang.. " jawab cecil dan tersenyum.
cecil memang sahabat ku yang paling baik dan sangat mengerti aku.aku tidak menolak permintaan ibunya surya,dan malam itu aku beristirahat di rumah surya dan bersama surya juga.
malam pertama setelah sekian lama aku tinggalkan kota itu,surya mengajak ku untuk jalan-jalan,
kami berdua melewati jalan yang dulu kami jalani bersama sewaktu pulang sekolah,mengenang masa lalu lebih indah dari pada apapun saat ini.sepulang berjalan-jalan ,kami duduk di depan kolam ikan rumah baru surya,
" surya.." sapa ku
" iya..." sahutnya
" kamu udah punya pacar sekarang ? " tanya ku.surya tidak menjawab dan hanya memberi makan ikan-ikannya.meski dia belum menjawab,tp aku sudah merasakan kekecewaan yang akan ku dapati setelah dia menjawan bahwa dia sudah mempunyai pacar.meski begitu aku harus mendapat jawabannya agar lebih pasti dan ada alasan untuk ku agar tidak mengharapkannya lagi.
" sur.. kok diam ?"
" ada.." jawab surya,mendengar jawabanya rasa kecewa benar-benar kursakan saat ini,namun aku harus bisa menerima.
" oh.. bagus deh," kata ku dan tersenyum tipis.
" kalau kamu ? "tanya surya
" gk ada..sur,jika kamu hanya menganggap cinta kita dulu hanya cinta monyet,tidak apa-apa,tapi saat ini aku hanya mau kamu tahu,bahwa semua sangat berarti  untuk aku sampai saat ini." jawabku ,surya tak meneruskan pertanyaannya dan seketika suasana menjadi hening.
ku coba bertanya-tanya pada surya tentang pacarnya,meski hati ku kecewa.
" pacar kamu pasti cantik ya.." kata ku
" iya,dia cantik dan baik,mama ku juga suka sama dia,"
" mama kamu udah kenal sama dia? "
" bukan hanya dia,keluarga kami juga udah saling mengenal sejak lama.."  kata surya,mendengar itu semua rasanya ingin saja aku melompat dari gedung tinggi,seperti tidak ada harapan apapun lagi untuk bisa memilikinya.tapi aku harus berusaha mencoba untuk tetap tegar.
" kapan-kapan kenali aku sama dia ya,aku pengen kenal..." kata ku berpura-pura manis demi menutupi hati ku yang hancur.
" jangankan kapan-kapan,sekarang juga bisa aku kenali pacarku sama kamu..." kata surya,aku pun terdiam dan melihat kearah surya,belum sempat ku menjawab
" sebentar ya,tunggu sebentar aku kenali kamu sama bidadari ku.. " kata ku surya dan beranjak pergi.
" ya tuhan... ini benar-benar musibah ! kuat kan aku.." kata ku.selang beberapa menit surya pun datang dan memberi ku sebuah kaca,aku pun bertanya-tanya dalam hati,untuk apa kaca ini dia berikan padaku.
" mana pacar mu ? " tanya ku
" lihat gadis ini,dia lah bidadari ku,dia pacar ku sejak kecil.. " katanya sambil memperlihatkan kaca itu di depan ku,mendengar ucapannya rasa untuk melompat dari gedung sepertinya akan ku urungkan,kali ini ingin rasanya aku melompat-lompat di depannya,semua karena rasa senang ku yang mengetahui bahwa surya masih menganggap ku sebagai pacarnya.dan ternyata cinta ku tidak bertepuk sebelah tangan, aku fikir dia hanya menganggap cinta kami hanyalah sebeatas cinta monyet,tap ternyata fikiran ku salah.
aku pun tersenyum,surya memelukku.saat itu kami putuskan untuk menjalin lagi hubungan yang sempat tertunda.tidak pernah terfikir oleh ku semua akan berakhir seindah ini,sempat tinggal di satu kota,berpisah dan tinggal di kota lain,pada akhirnya bertemu di kota pertama cinta itu ada,sangat bahagia rasanya,bertemu dengan orang yang di cinta di tempat dimana cinta itu tercipta.banyak hal yang telah di lalui meski tidak berdua,namun akhirnya masih bisa bersama seperti ini.rasa cinta yang tercipta untuknya,meski bertahun tak terjamah kini masih untuk dirinya dan itulah cinta,selalu penuh kejutan

                                                                                                    


                                                                    -selesai-






Tidak ada komentar:

Posting Komentar